Meta Gunakan Analisis Visual untuk Deteksi Usia, Tegaskan Bukan Face Recognition
Meta gunakan AI untuk analisis wajah remaja guna perkirakan usia tanpa menerapkan teknologi pengenalan wajah.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Meta mengembangkan AI untuk memperkirakan usia pengguna remaja.
- Teknologi ini menganalisis wajah tanpa menggunakan pengenalan identitas.
- Langkah ini dilakukan untuk memenuhi aturan verifikasi usia global.
TRIBUNNEWS.COM - Meta mengembangkan teknologi baru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperkirakan usia pengguna remaja di platform media sosialnya.
Laporan yang dipublikasikan 9to5Mac pada 5 Mei 2026 menyebutkan bahwa teknologi ini akan digunakan di layanan seperti Facebook dan Instagram.
Langkah ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk memenuhi tuntutan regulator di berbagai wilayah, termasuk Eropa, Brasil, dan Amerika Serikat, terkait verifikasi usia pengguna.
Sejumlah aturan mengharuskan platform media sosial untuk lebih ketat dalam mengidentifikasi pengguna di bawah usia 13 tahun.
Selain itu, pengguna remaja berusia 13 hingga 17 tahun juga diwajibkan mendapatkan konten yang sesuai dengan usia mereka.
Sebelumnya, Meta telah menggunakan AI untuk menganalisis berbagai informasi dalam akun pengguna.
Sistem tersebut mencari petunjuk usia melalui konten seperti unggahan ulang tahun, komentar, hingga informasi yang berkaitan dengan sekolah.
Teknologi ini juga memanfaatkan berbagai format konten, mulai dari postingan, bio, hingga fitur seperti Instagram Reels dan grup di Facebook.
Kini, Meta menambahkan pendekatan baru dengan menganalisis tampilan visual pengguna melalui foto dan video.
Sistem AI akan memeriksa ciri umum seperti struktur wajah atau tinggi badan untuk memperkirakan usia seseorang.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa teknologi ini bukan merupakan pengenalan wajah.
Baca juga: Australia Ancam Pajak Meta, Google, dan TikTok demi Selamatkan Media Lokal
AI yang digunakan tidak bertujuan untuk mengidentifikasi individu, melainkan hanya membaca pola visual untuk memperkirakan rentang usia.
Informasi tersebut juga ditegaskan dalam laporan 9to5Mac yang menyebutkan bahwa Meta ingin membedakan teknologi ini dari sistem face recognition.
Selain mengembangkan teknologi sendiri, Meta juga mendorong adanya regulasi yang mewajibkan toko aplikasi untuk melakukan verifikasi usia pengguna.
Perusahaan menilai bahwa tanggung jawab tersebut sebaiknya tidak hanya dibebankan pada pengembang aplikasi, melainkan juga pada penyedia platform distribusi aplikasi.
Meta mengklaim bahwa sebagian besar orang tua di Amerika Serikat mendukung pendekatan ini.
Sekitar 88 persen disebut setuju jika toko aplikasi ikut bertanggung jawab dalam proses verifikasi usia.
Dengan langkah ini, Meta berupaya meningkatkan perlindungan bagi pengguna remaja sekaligus menyesuaikan diri dengan regulasi yang terus berkembang di berbagai negara.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan