Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Data Pribadi Dijual Murah di Dark Web, NordVPN Buat Alat Pengecek Nilainya

NordVPN meluncurkan kalkulator interaktif untuk menunjukkan nilai data pribadi pengguna berdasarkan riset dark web.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Data Pribadi Dijual Murah di Dark Web, NordVPN Buat Alat Pengecek Nilainya
Pexels
TEKNOLOGI - Foto ilustrasi keamanan siber diambil dari situs bebas royalti Pexels. 
Ringkasan Berita:
  • NordVPN meluncurkan kalkulator interaktif untuk menunjukkan nilai data pribadi pengguna berdasarkan riset dark web. 
  • Penelitian mereka menemukan berbagai data seperti akun email, kartu kredit, dan identitas digital dijual dengan harga sangat murah. 
  • Temuan ini menyoroti pentingnya keamanan digital seperti password unik dan autentikasi multi-faktor.

TRIBUNNEWS.COM - NordVPN mengajak publik memahami nilai data pribadi mereka di internet melalui alat baru berbasis riset mendalam tentang dark web.

Dilansir Techradar, penyedia VPN yang dikenal luas itu menganalisis lebih dari 75.000 listing di marketplace dark web dan menyusun daftar data pribadi yang paling sering diperdagangkan di sana. Mulai dari rekening bank, langganan Netflix, hingga detail kartu kredit, data-data tersebut kerap dijual dengan harga serendah 5 dolar AS.

Untuk menggambarkan situasi tersebut, NordVPN mengubah hasil penelitiannya menjadi kalkulator interaktif yang memungkinkan pengguna mengetahui berapa nilai data sensitif dan unik mereka jika jatuh ke tangan yang salah.

Bagaimana cara kerjanya?

Kalkulator NordVPN mengajak pengguna menghitung “nilai digital” mereka sendiri. Dengan memilih negara asal dan jenis data yang dimiliki, alat tersebut akan menampilkan estimasi harga yang kemungkinan dibayar penjahat siber untuk membeli paket data tersebut di dark web.

“Setiap akun online yang Anda miliki memiliki label harga di dark web,” ujar CTO NordVPN, Marijus Briedis.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Perusahaan asuransi sudah lama memberi nilai ekonomi pada kehidupan manusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun dark web melangkah lebih jauh, memungkinkan dinamika pasar kriminal menentukan harga aset digital manusia pada level yang mengejutkan—bahkan hanya 1 dolar AS untuk akun email pribadi jika dijual dalam jumlah besar.

Baca juga: Verifikasi Usia Online Mudah Diakali, Anak-anak Pakai Trik Kumis Palsu

Riset NordVPN menunjukkan harga data sangat bervariasi antarnegara, tergantung dinamika penawaran dan permintaan.

Tidak mengejutkan, data pribadi warga Amerika Serikat menjadi yang paling diminati di dunia. Namun ironisnya, banyaknya pelanggaran keamanan di AS justru membuat data mereka menjadi lebih murah.

Kartu kredit curian dari Amerika Utara dijual mulai dari 10 dolar AS dan mencakup lebih dari 70 persen dari seluruh listing kartu curian.

Sebaliknya, di negara yang data curiannya lebih langka seperti Jepang atau Singapura, kartu serupa dijual jauh lebih mahal.

Logika yang sama berlaku untuk paket data, yaitu kumpulan informasi seperti nomor identitas dan tanggal lahir yang cukup untuk mencuri identitas seseorang.

Jika paket data warga Amerika dijual sekitar 35 dolar AS, paket data warga Jepang bisa bernilai berkali-kali lipat.

Ancaman yang Halus tapi Serius

Alat ini juga menunjukkan bahwa dampak pencurian data bisa berkisar dari hampir tak terasa hingga sangat merusak.

Di satu sisi, pelaku kriminal dapat membangun bisnis berlangganan berkelanjutan dengan mencuri dan menjual ulang akun Netflix atau Spotify yang harganya hanya sekitar 4,55 dolar AS dan sering kali tidak disadari pemilik akun.

Di sisi lain, identitas lengkap seseorang—termasuk akun media sosial—bisa dibeli kurang dari 150 dolar AS dan berpotensi mengacaukan hidup korbannya.

Di antara keduanya ada risiko bagi dunia korporasi. NordVPN menemukan lebih dari 14.000 daftar email perusahaan yang dijual di dark web.

Akun-akun ini dapat menjadi pintu masuk ke seluruh jaringan perusahaan, berpotensi menyebabkan kerusakan bisnis besar dan terkadang tidak dapat dipulihkan.

“Kenyataannya, data Anda mungkin sudah dijual dan Anda tidak akan mengetahuinya kecuali aktif memeriksanya,” kata Briedis.

Layanan Dark Web Monitoring Pro milik NordVPN secara aktif memindai dark web untuk mendeteksi kebocoran nomor kartu kredit, nomor identifikasi pajak, dan nomor telepon.

Jika data kita sangat murah untuk dibeli, bagaimana seharusnya kita merespons?

Pesan utama dari riset ini adalah pencurian identitas tidak selalu terlihat dramatis, sehingga kewaspadaan tetap penting.

Di tengah meningkatnya serangan siber, penggunaan kata sandi unik untuk setiap akun melalui password manager tepercaya, mengaktifkan autentikasi multi-faktor, dan membatasi pembagian informasi pribadi secara online dapat membuat perbedaan besar.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas