Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Krisis Kredit UMKM: Cuma 2,2 Persen yang Tersentuh Bank Formal

Data tahun 2023 merekam realitas pahit, baru sekitar 2,2 persen pelaku usaha mikro dan kecil yang mampu menyentuh akses pinjaman bank formal

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Krisis Kredit UMKM: Cuma 2,2 Persen yang Tersentuh Bank Formal
Tribunnews.com
MDI Ventures baru saja merilis white paper terbaru bertajuk "Catalyzing Digital Resilience and Sustainable Growth: Advancing Inclusive Innovation and AI-Driven Impact Across Indonesia's Digital Economy." Laporan ini memetakan bagaimana integrasi antara kecerdasan buatan (AI), investasi berdampak (impact investing), dan pertahanan siber bisa menjadi kunci pembuka sumbat digitalisasi UMKM agar tidak sekadar menjadi penonton pertumbuhan ekonomi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di balik proyeksi mentereng nilai barang dagangan kotor (GMV) ekonomi digital Indonesia yang bakal menyentuh angka US$180 hingga US$340 miliar pada 2030, ada kontradiksi besar yang belum rampung: jurang pembiayaan UMKM yang masih menganga lebar.

Data tahun 2023 merekam realitas pahit, baru sekitar 2,2 persen pelaku usaha mikro dan kecil yang mampu menyentuh akses pinjaman bank formal. 

Padahal, ada 65 juta UMKM yang menjadi tulang punggung dengan menyerap 96,5 persen tenaga kerja nasional.

Merespons anomali ini, MDI Ventures—perusahaan modal ventura korporasi Telkom Indonesia—merilis white paper terbaru bertajuk "Catalyzing Digital Resilience and Sustainable Growth: Advancing Inclusive Innovation and AI-Driven Impact Across Indonesia's Digital Economy."

Laporan ini memetakan bagaimana integrasi antara kecerdasan buatan (AI), investasi berdampak (impact investing), dan pertahanan siber bisa menjadi kunci pembuka sumbat digitalisasi UMKM agar tidak sekadar menjadi penonton pertumbuhan ekonomi.

AI dan Solusi Kredit Alternatif

Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto, menegaskan bahwa peran modal ventura kini bergeser dari sekadar penyuntik dana menjadi penghubung inovasi dengan realitas sosial. 

Sektor finansial dan teknologi dituntut melahirkan solusi konkret, bukan sekadar adopsi tren digital.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami melihat teknologi tidak hanya mampu menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menghasilkan dampak sosial dan lingkungan yang terukur," ujar Roby.

Salah satu terobosan yang disorot adalah pemanfaatan AI untuk memperkecil kesenjangan kredit melalui sistem penilaian credit scoring berbasis data alternatif. 

Model ini dinilai ampuh menjangkau segmen unbanked yang selama ini terbentur syarat formal perbankan.

Baca juga: Tas Belanjaan Buatan Perajin UMKM Tanggulangin Sidoarjo Tembus Ritel Modern

Benteng Siber di Tengah Kerawanan Data

Namun, memperluas akses digital tanpa membentengi sistem keamanan adalah bom waktu. 

Sepanjang tahun 2024 saja, tercatat ada 56,1 million data yang terekspos serta ribuan insiden peretasan situs (defacement).

MDI Ventures menilai ketahanan siber sebagai fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar. 

Guna menjaga kepercayaan ekosistem yang menopang UMKM ini, adopsi teknologi threat intelligence dan early warning system berbasis AI mulai disuntikkan ke sektor enterprise dan institusi strategis.

Keseimbangan Komersial dan Dampak Sosial

Laporan ini juga menegaskan pentingnya impact capital atau modal berdampak. 

Secara global, tren investasi ini tumbuh 21 persen per tahun sejak 2019. 

Di sisi lain, Indonesia setidaknya membutuhkan dana jumbo sekitar US$1,7 triliun untuk menutup kesenjangan pembiayaan SDGs hingga 2030.

VP Strategy & Sustainability MDI Ventures, Alvin Evander, menjelaskan bahwa dalam mengeksekusi pendanaan, pihaknya menerapkan kerangka dual-lens.

"Kami menempatkan setiap investasi pada dua kriteria utama: kelayakan bisnis secara komersial, dan dampak yang dapat diukur sesuai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)," kata Alvin.

Sejauh ini, pendekatan tersebut diklaim mulai memberikan daya gedor pada inklusi digital melalui beberapa portofolio mereka. 

Di antaranya penyaluran pembiayaan ke jutaan UMKM, perluasan akses mikroasuransi, hingga penguatan verifikasi identitas digital nasional. 

Ke depan, fokus investasi akan makin diarahkan pada penguatan sektor esensial seperti AI, keamanan siber, dan blockchain yang terintegrasi dengan jaringan distribusi BUMN.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas