Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Siri AI Tak Meluncur di Eropa, Apple dan Uni Eropa Saling Lempar Tanggung Jawab

Komisi Eropa menyatakan Siri AI tidak hadir di Uni Eropa karena keputusan Apple sendiri, bukan karena larangan regulator.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Siri AI Tak Meluncur di Eropa, Apple dan Uni Eropa Saling Lempar Tanggung Jawab
Apple
WWDC26 - Tangkap layar Youtube Apple 9 Juni 2026 memperlihatkan kolase promosi Apple Intelligence, sistem kecerdasan buatan terbaru dari Apple yang terintegrasi ke perangkat dan layanan Apple. 
Ringkasan Berita:
  • Komisi Eropa menyatakan Siri AI tidak hadir di Uni Eropa karena keputusan Apple sendiri, bukan karena larangan regulator. 
  • Regulator menuduh Apple meminta pengecualian dari aturan DMA daripada mencari solusi yang memenuhi standar privasi dan keamanan. 
  • Akibatnya, pengguna Uni Eropa tidak akan mendapatkan fitur Siri AI saat iOS 27 diluncurkan tahun ini.

 

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Eropa menanggapi pengumuman Apple bahwa Siri AI tidak akan diluncurkan di Uni Eropa dengan menyatakan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya merupakan keputusan Apple.

Komisi juga mengatakan bahwa perusahaan itu meminta pengecualian dari kewajiban hukumnya alih-alih mencari solusi yang sesuai dengan aturan.

Mengutip macrumors.com, juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, mengatakan kepada wartawan di Brussels (melalui Reuters) bahwa Apple gagal mengembangkan solusi interoperabilitas yang memenuhi standar privasi dan keamanan Uni Eropa. Menurutnya, Apple justru meminta agar dibebaskan sepenuhnya dari kewajiban tersebut.

"Keputusan untuk tidak meluncurkan Siri AI di Uni Eropa adalah keputusan Apple dan hanya Apple. Apple tidak mampu mengembangkan solusi interoperabilitas yang memenuhi standar privasi dan keamanan penting Uni Eropa.

Alih-alih berusaha menemukan solusi yang sesuai, Apple hanya meminta Komisi Eropa untuk membebaskan mereka dari kewajiban interoperabilitas. Itu bukan pilihan yang tersedia," ujar Regnier.

Pernyataan tersebut tampaknya bertentangan dengan penjelasan Apple sebelumnya. Sehari sebelumnya, Apple mengumumkan bahwa Siri AI tidak akan tersedia di Uni Eropa pada iOS maupun iPadOS, dan menyalahkan regulator yang dinilai tidak mau terlibat secara konstruktif dalam membahas solusi yang diajukan perusahaan.

Baca juga: Siri AI Jadi Bintang WWDC 2026, Ini Deretan Fitur Baru yang Diumumkan Apple

Rekomendasi Untuk Anda

Craig Federighi, Senior Vice President of Software Engineering Apple, mengatakan perusahaan merasa "sangat kecewa". Ia menyebut regulator menolak seluruh proposal yang diajukan Apple, termasuk sistem bernama Trusted System Agent yang memungkinkan asisten virtual pihak ketiga mengakses kemampuan perangkat yang sama dengan Siri AI secara aman.

Namun, versi Komisi Eropa berbeda. Regulator menyatakan bahwa Apple tidak sedang bernegosiasi mengenai solusi yang diajukannya, melainkan meminta pengecualian menyeluruh dari kewajiban interoperabilitas berdasarkan Digital Markets Act (DMA). Menurut Komisi, pengecualian seperti itu tidak dimungkinkan oleh aturan yang berlaku.

Di sisi lain, Apple menggambarkan persyaratan DMA sebagai aturan yang mengharuskan sistem AI memperoleh "akses yang hampir tanpa batas" ke perangkat pengguna.

Ketika iOS 27 dan pembaruan perangkat lunak utama Apple lainnya dirilis akhir tahun ini, pengguna di Uni Eropa tidak akan dapat mengakses Siri AI maupun fitur-fitur barunya, termasuk aplikasi yang memungkinkan pengguna meninjau kembali dan memulai percakapan baru.

Apple menyatakan tetap berharap dapat menghadirkan Siri AI ke Uni Eropa di masa mendatang dan akan terus berkomunikasi dengan regulator. Namun, perusahaan belum memberikan jadwal pasti mengenai kapan layanan tersebut dapat tersedia.

(*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas