Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saking Sengit Persaingan Hotel di Bali, Kelas Bintang Tiga Termurah Tak Sampai Rp 100 Ribu!

Hotel bintang tiga sampai pernah dibanting murah tak sampai Rp 100 ribu saking sengit persaingan hotel di Bali.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Saking Sengit Persaingan Hotel di Bali, Kelas Bintang Tiga Termurah Tak Sampai Rp 100 Ribu!
Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
Bagian dalam Hotel Horison, Jalan By Pass Ngurah Rai 1001x Nusa Dua, Badung, Bali. 

TRIBUNNEWS.COM - Semakin menjamurnya hotel-hotel di Bali, mengakibatkan timbul persaingan sengit antar-hotel memperebutkan tamu atau wisatawan sebagai pelanggan.

Dampaknya berbagai hotel melakukan strategi, salah satunya berbenah melakukan hal-hal perbaikan. Seperti yang lazim dilakukan adalah memperbaiki kualitas pelayanan.

Menurut Tjokorda Gde Putra Sukawati, anggota dewan penasehat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, memperbaiki kualitas untuk menarik pelanggan merupakan hal yang bagus, namun kenyataan di lapangan banyak yang tidak melakukan itu.

“Untuk memenangkan persaingan, hotel-hotel di Bali ada yang meningkatkan pelayanannya kepada pengunjung, itu bagus. Namun, kenyataannya lebih banyak yang menurunkan harga untuk merebut hati para wisatawan lokal maupun internasional. Ini yang membahayakan, iklim bisnisnya,” ujarnya, Rabu (20/1/2016), saat dihubungi lewat telepon.

Tjokorda Gde Putra Sukawati menyodorkan data jumlah tamu atau pengunjung pada tahun 2015.

“Pertumbuhan wisatawan tahun kemarin (2015) memang hanya 5 persen, tidak sebanding dengan pembangunan hotel-hotelnya," ujar Tjokorda.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Tjokorda, ini akan jelas menurunkan kualitas pariwisata di Bali. Bahkan, lanjut Tjokorda, harga kamar paling fantastis yang pernah ditemui ialah tarif di bawah Rp 100.000 untuk hotel sekelas bintang 3. Kasus ini banyak ditemukan di Bali.

“Pertumbuhan hotel di Bali sendiri sejak 2014 memang sangat menjamur, tidak hanya di dekat-dekat pantai atau obyek wisata, namun merata di berbagai kota besar di Bali,” ujar Tjokorda.

Dalam waktu dekat ini, PHRI Bali akan meminta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mengeluarkan moratorium kembali kepada para pemilik hotel yang ingin membangun. Selain itu, Tjokorda juga mengatakan akan meminta Pemprov Bali serius membangun fasilitas khususnya bandara yang memadai.

Tjokorda berharap agar bukan hanya hotel saja yang mengalami pembangunan, namun juga didukung oleh infrastruktur, seperti penambahan jalur pesawat di Bandara Ngurah Rai.

“Kita akan meminta pemerintah mengeluarkan moratorium kembali, dan meminta pembangunan infrastruktur secara serius di tahun 2016 terutama landasan pesawat yang menghambat jumlah wisatawan datang ke Bali. Untuk hotel-hotel kita imbau ada kesepakatan untuk tidak menurunkan harga,” kata Tjokorda. (Muhammad Irzal)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas