Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Travel Story

Mengintip Isi Museum Erotis di Barcelona: Ada Lukisan, Film hingga Fakta yang Mengejutkan

Di ujung jalan, sebagai pamungkas, disajikan aneka fakta menarik terkait soal seksualitas yang lumayan mengejutkan.

Mengintip Isi Museum Erotis di Barcelona: Ada Lukisan, Film hingga Fakta yang Mengejutkan
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Seorang wanita pegawai Museum Erotis berdandan ala aktris Marilyn Monroe. Dari sebuah balkon, ia menyapa dan mengajak orang-orang yang berlalu lalang di jalan La Rambla agar berkunjung. 

Ada lukisan-lukisan atau patung-patung Mesir kuno -termasuk Ratu Cleopatra- yang mungkin oleh sebagian orang dianggap mesum, lalu lampu minyak Romawi dengan bagian ujung berbentuk serupa alat kelamin.

Ada juga tiruan fresco indah yang menggambarkan aneka pilihan posisi senggama seperti yang terdapat dalam rumah-rumah hiburan malam di kota Pompeii yang terkubur letusan gunung Vesuvius itu.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Beberapa benda yang mewakili seksualitas manusia dalam masyarakat Mesir dan Romawi kuno

Bicara soal peradaban kuno, selain budayanya yang canggih, orang-orang Romawi memang dikenal punya birahi yang tinggi.

Pengelola museum tak lupa menambahkan pelbagai keterangan informatif untuk mendampingi benda-benda yang dipajang.

Informasi ini disajikan dalam beberapa bahasa untuk mengakomodir kebutuhan pengunjung, termasuk Inggris, Spanyol, dan Rusia.

“Segala macam hubungan seksual bisa ditemukan di shunga atau gambar musim semi (musim semi merupakan eufimisme untuk seks). Penggambarannya diwakili oleh berbagai anggota masyarakat Jepang, seperti samurai, aktor kabuki, geisha, hingga para pemuda yang dimabuk asmara,” bunyi salah satu keterangan menyangkut karya seni erotis dari Jepang.

“Shunga pertama berasal dari tahun 1660, dalam bentuk enpon (buku) bernama Yoshiwara Makura. Di dalamnya ada ilustrasi 48 posisi seks,” lanjut keterangan tersebut.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Beberapa replika relief dari India yang terkenal dengan Kamasutranya

Selain menarik, membaca keterangan-keterangan seperti ini juga menambah wawasan sehingga penelusuran Museum Erotis terasa bagai menjelajahi evolusi seksualitas manusia, mulai dari zaman baheula hingga awal fotografi dan era modern nanti.

Di ujung jalan, sebagai pamungkas, disajikan aneka fakta menarik terkait soal seksualitas yang lumayan mengejutkan.

Tahukah Anda rekor senggama dengan pasangan terbanyak dipegang oleh seorang wanita bernama Lisa Sparks yang berhubungan badan dengan lebih dari 900 orang pria dalam sehari?

Angka itu jauh lebih banyak dibandingkan pemegang rekor pria yang “hanya” kuat bersenggama dengan 50-an wanita dalam waktu yang sama.

Pihak pengelola tak lupa menyediakan area toko suvenir persis sebelum pintu keluar untuk para pengunjung yang merasa sedikit kinky usai menyaksikan aneka eksebisi di dalam.

Total terdapat sekitar 800 benda yang dipamerkan di Museum Erotis.

Sebagian merupakan benda asli, sebagian lainnya adalah reproduksi yang dibikin semirip mungkin.

Di beberapa tempat lain seperti Amsterdam, Belanda, dan New York, AS, terdapat museum-museum dengan tema serupa.

Tetapi Museu de l’Erotica merupakan Museum Erotis satu-satunya di Spanyol.

Mungkin tak semua orang bisa merasa nyaman dengan eksebisi blak-blakan di dalamnya.

Namun, buat mereka yang tidak risih serta bisa mengambil sudut pandang lain di luar pikiran ngeres, Museum Erotis di Barcelona bisa menghadirkan hiburan yang menyegarkan sekaligus informatif! (Kompas.com/ Oik Yusuf)

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas