Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Travel Story

Mengintip Isi Museum Erotis di Barcelona: Ada Lukisan, Film hingga Fakta yang Mengejutkan

Di ujung jalan, sebagai pamungkas, disajikan aneka fakta menarik terkait soal seksualitas yang lumayan mengejutkan.

Mengintip Isi Museum Erotis di Barcelona: Ada Lukisan, Film hingga Fakta yang Mengejutkan
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Seorang wanita pegawai Museum Erotis berdandan ala aktris Marilyn Monroe. Dari sebuah balkon, ia menyapa dan mengajak orang-orang yang berlalu lalang di jalan La Rambla agar berkunjung. 

TRIBUNNEWS.COM - “Ayo, ayo, mari kunjungi Museum Erotis! Lantai dua gedung ini! Gairah Anda akan bangkit!” teriak seorang perempuan dengan dandanan ala aktris Marilyn Monroe dari sebuah balkon bangunan berlantai empat.

Badannya terbalut gaun panjang berwarna putih, di kepala bertengger wig pirang benderang.

Tak lupa kacamata hitam dan senyum lebar berhias gincu merah merona.

Dandanan menor dan suara lantang sang wanita kontan menghentikan langkah sekelompok pengunjung yang sedang berlalu lalang di keramaian jalan pusat turisme La Rambla, Barcelona, Spanyol, siang itu, menjelang akhir Februari.

Mereka membalas lambaian tangan “Marilyn Monroe” sambil ikut tersenyum dan tertawa cekikikan.

Beberapa orang yang penasaran mendekati pintu masuk bangunan yang terletak persis di seberang pasar La Boqueria tersebut.

Sejumlah pemudi tampak tersipu dan urung melangkah masuk. Mungkin mereka malu.

Berbeda dengan mereka, didesak rasa penasaran yang menggebu, saya bersama seorang rekan jurnalis yang juga berasal dari Indonesia, mulai mendaki tangga menuju area lobi museum yang berada di lantai dua.

Film bisu dan foto hitam-putih

Di ujung tangga terdapat sebuah loket tempat membeli tiket masuk.

Tarifnya 9 Euro per orang, sudah termasuk segelas champagne, atau lebih tepatnya cava, sparkling wine ala Spanyol karena hanya anggur putih berkarbonasi asal wilayah Champagne, Perancis, yang boleh menyandang nama minuman itu.

Tiga buah manekin perempuan yang dipasangi lingerie di area lobi seakan mempersiapkan pengunjung untuk melihat aneka pemandangan erotis di dalam museum.

Ada juga potongan foto wanita topless, tapi ini belum apa-apa.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Area lobi Museum Erotis di Barcelona, Spanyol

Museum Erotis Barcelona atau Museu de l’Erotica dalam bahasa Catalan ini ternyata tak sebegitu besar.

Hanya menempati satu dari empat lantai yang ada di gedung.

Lantai dibagi-bagi lagi menjadi beberapa ruangan tak berpintu yang masing-masing menampung benda-benda berbau erotis dan sensualisme dari zaman-zaman dan wilayah dunia berbeda.

Pengaturan ruangan-ruangannya bisa dibilang melingkar.

Pengunjung diarahkan ke ruangan pertama di sebelah kanan pintu masuk, untuk kemudian berjalan memutar ke pintu keluar di sebelah kiri.

Begitu melangkah masuk ke ruangan pertama, saya langsung disambut pemandangan yang membuat garuk-garuk kepala dan senyum-senyum salah tingkah.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Puluhan foto erotis hitam-putih dari akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ditampilkan di ruang pertama. Pose para modelnya tak kalah berani dibanding foto modern

Betapa tidak, di dalamnya tertampang koleksi puluhan foto porno jadul. Blak-blakan, tanpa sensor dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Warnanya cuma hitam putih karena berasal dari tahun-tahun awal abad ke-20, serta akhir abad ke-19.

Meski demikian, pose para model pria dan wanita -entah siapa mereka- tanpa busana di dalamnya tak kalah heboh dibanding foto porno modern.

Di sebuah ruangan kecil yang berdekatan terdapat sebuah area khusus untuk menayangkan video porno koleksi raja Spanyol, Alfonso XIII, yang hidup pada tahun 1886-1931.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Koleksi film porno hitam-putih milik raja Alfonso XIII dari Spanyol dipamerkan dalam ruangan khusus. Lengkap dengan silsilah keluarga kerajaan

Pada awal kelahiran sinema pun, dunia rupanya sudah mengenal film erotis.

Bentuknya? Hitam putih, tentu saja, pun tanpa suara, hanya musik latar yang sepintas terdengar mirip lagu jenaka dari seri film Charlie Chaplin.

Bayangkan menonton film bisu dari era itu, tetapi adegannya vulgar dan tanpa kata-kata narasi karena isinya sudah jelas dan bisa dicerna siapapun yang sudah dewasa.

Layaknya film serupa di jaman yang lebih modern, plot hanya berfungsi sebagai pengantar saja, sekedar basa-basi.

Sang raja, Alfonso XIII, konon juga merangkap sebagai produser film porno pertama di Spanyol yang sekaligus menandai dimulainya era pornografi gambar bergerak di negeri itu.

Gurita Jepang, Kama Sutra, dan Sadomasochist

Ruangan-ruangan berikutnya berisi gambaran seksualitas manusia dari era yang lebih antik, dalam bentuk sejumlah artifak dan lukisan.

Ada lukisan-lukisan atau patung-patung Mesir kuno -termasuk Ratu Cleopatra- yang mungkin oleh sebagian orang dianggap mesum, lalu lampu minyak Romawi dengan bagian ujung berbentuk serupa alat kelamin.

Ada juga tiruan fresco indah yang menggambarkan aneka pilihan posisi senggama seperti yang terdapat dalam rumah-rumah hiburan malam di kota Pompeii yang terkubur letusan gunung Vesuvius itu.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Beberapa benda yang mewakili seksualitas manusia dalam masyarakat Mesir dan Romawi kuno

Bicara soal peradaban kuno, selain budayanya yang canggih, orang-orang Romawi memang dikenal punya birahi yang tinggi.

Pengelola museum tak lupa menambahkan pelbagai keterangan informatif untuk mendampingi benda-benda yang dipajang.

Informasi ini disajikan dalam beberapa bahasa untuk mengakomodir kebutuhan pengunjung, termasuk Inggris, Spanyol, dan Rusia.

“Segala macam hubungan seksual bisa ditemukan di shunga atau gambar musim semi (musim semi merupakan eufimisme untuk seks). Penggambarannya diwakili oleh berbagai anggota masyarakat Jepang, seperti samurai, aktor kabuki, geisha, hingga para pemuda yang dimabuk asmara,” bunyi salah satu keterangan menyangkut karya seni erotis dari Jepang.

“Shunga pertama berasal dari tahun 1660, dalam bentuk enpon (buku) bernama Yoshiwara Makura. Di dalamnya ada ilustrasi 48 posisi seks,” lanjut keterangan tersebut.


Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Beberapa replika relief dari India yang terkenal dengan Kamasutranya

Selain menarik, membaca keterangan-keterangan seperti ini juga menambah wawasan sehingga penelusuran Museum Erotis terasa bagai menjelajahi evolusi seksualitas manusia, mulai dari zaman baheula hingga awal fotografi dan era modern nanti.

Di ujung jalan, sebagai pamungkas, disajikan aneka fakta menarik terkait soal seksualitas yang lumayan mengejutkan.

Tahukah Anda rekor senggama dengan pasangan terbanyak dipegang oleh seorang wanita bernama Lisa Sparks yang berhubungan badan dengan lebih dari 900 orang pria dalam sehari?

Angka itu jauh lebih banyak dibandingkan pemegang rekor pria yang “hanya” kuat bersenggama dengan 50-an wanita dalam waktu yang sama.

Pihak pengelola tak lupa menyediakan area toko suvenir persis sebelum pintu keluar untuk para pengunjung yang merasa sedikit kinky usai menyaksikan aneka eksebisi di dalam.

Total terdapat sekitar 800 benda yang dipamerkan di Museum Erotis.

Sebagian merupakan benda asli, sebagian lainnya adalah reproduksi yang dibikin semirip mungkin.

Di beberapa tempat lain seperti Amsterdam, Belanda, dan New York, AS, terdapat museum-museum dengan tema serupa.

Tetapi Museu de l’Erotica merupakan Museum Erotis satu-satunya di Spanyol.

Mungkin tak semua orang bisa merasa nyaman dengan eksebisi blak-blakan di dalamnya.

Namun, buat mereka yang tidak risih serta bisa mengambil sudut pandang lain di luar pikiran ngeres, Museum Erotis di Barcelona bisa menghadirkan hiburan yang menyegarkan sekaligus informatif! (Kompas.com/ Oik Yusuf)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas