Tribun

Travel Story

Menelusuri Sungai Hitam di Tengah Hutan Kalimantan

Taman nasional ini merupakan lahan hutan gambut yang dilalui beberapa sungai, salah satunya Sungai Koran yang berair hitam.

Editor: Malvyandie Haryadi
Menelusuri Sungai Hitam di Tengah Hutan Kalimantan
KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI
Taman Nasional Sebangay merupakan lahan hutan gambut yang dilalui beberapa sungai, salah satunya Sungai Koran yang berair hitam. Warna ini bukanlah hasil limbah, melainkan zat tannin yang ada di dalam rawa gambut. 

Namun kini, aktivitas pembalakan liar di TN Sebangau meredup.

Speedboat mulai melaju kencang, membelah perairan hitam aliran Sungai Koran.

Kawasan ini didominasi oleh tumbuhan "rasau", sejenis pandan namun berduri tajam. Wisatawan harus ekstra hati-hati ketika jalur yang dilalui speedboat cenderung sempit. 

Namun siapa sangka, kita bisa melihat ekosistem yang sangat alami tanpa harus "blusukan" terlalu jauh dari kota.

Cukup 15 menit perjalanan dari Palangkaraya, lanskap liar Kalimantan sudah terhampar di depan mata.

"Sangat memungkinkan untuk turis half day trip ke sini. Tur naikspeedboat, istirahat di pos Sungai Koran, dan kembali lagi ke dermaga memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam," tutur Abdullah.

Untuk menikmati alam liar khas Kalimantan dan uniknya "sungai hitam", wisatawan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Harga tergantung banyaknya peserta. Harga satu speedboat lengkap dengan dua pemandu adalah Rp 500.000.

Satu speedboat biasanya diisi 5 orang. Anda bisa datang langsung ke Desa Kereng, dekat pusat Kota Palangkaraya untuk langsung menikmati pemandangan ini.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas