Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengapa Rendang Begitu Istimewa? Ternyata Ini Alasannya

Salah satu tradisi yang melibatkan masakan rendang adalah 'Makan Bajamba'. Makan Bajamba merupakan tradisi makan yang dilakukan bersama-sama.

Mengapa Rendang Begitu Istimewa? Ternyata Ini Alasannya
KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI
Tak seperti rendang di restoran Padang pada umumnya yang berwarna merah. Di RM Pagi Sore, rendangnya berwarna cokelat tua. 

TRIBUNNEWS.COM - Walaupun tidak tercatat dalam catatan Belanda, rendang merupakan makanan adat khas Sumatera Barat.

"Kalau mungkin sekarang ada yang berbicara tentang sejarah rendang, itu bisa jadi (hanya) perkiraan," ujar Nusyirwan Effendi, antropolog dari Universitas Andalas saat dihubungi oleh KompasTravel beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan rendang selalu muncul dalam setiap acara adat Minangkabau sejak masa lampau.

"Misalnya ada acara adat mengangkat penghulu atau acara pernikahan, akan ada makanan-makanan yang disajikan untuk tamu. Salah satunya adalah rendang," tutur Nusyirwan.

Salah satu tradisi yang melibatkan masakan rendang adalah 'Makan Bajamba'. Makan Bajamba merupakan tradisi makan yang dilakukan bersama-sama.

Dalam tradisi ini biasanya akan ada satu makanan utama, gulai kepala kambing misalnya sebagai makanan pembuka.

Nantinya rendang akan menjadi salah satu komponen di Makan Bajamba tersebut.

"Jadi karena adanya rendang dalam makanan adat, rendang jadi tergolong istimewa," ujar Nusyirwan.

Ia menuturkan apabila di suatu rumah memasak rendang, rendang menjadi hidangan yang paling istimewa.

Keistimewaannya terletak pada proses memasaknya yang membutuhkan waktu lama dan kesabaran.

Rendang merupakan proses memasak yang dimulai dari gulai lalu diproses menjadi kalio dan barulah terbentuk rendang.

Namun selain itu rendang menjadi istimewa karena bagian dari makanan adat.

"Kemungkinan dulu itu rendang pertama kali dikenal menggunakan daging kerbau," ujar Reno Andam Suri, penulis buku Rendang Traveler saat dihubungiKompasTravel, pada Senin (25/7/2016).

Reno mengatakan yang terbayang saat ini kemungkinan zaman dahulu rendang menggunakan daging sapi kerbau.

Pada masa Raja Adityawarman (1347–1375 Masehi), penguasa Kerajaan Malayapura yang beribu kota di kawasan Minangkabau, rendang diperkirakan menggunakan daging kerbau. 

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas