Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengalaman Puasa di Sydney, Siang Kurang 12 Jam dalam Cuaca yang Sejuk

Ya saat ini Kota Sydney, Australia memang sedang sejuk-sejuknya. Tidak panas, tidak dingin, namun cukup berangin.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Pengalaman Puasa di Sydney, Siang Kurang 12 Jam dalam Cuaca yang Sejuk
TRIBUNNEWS.COM/RINA AYU
Suasana di George Street, Sydney 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY -- "Jangan lupa jaket dinginnya," ujar pemandu wisata bernam Jim melalui pesan singkatnya, setiap kali akan melakukan kegiatan di luar hotel.

Ya saat ini Kota Sydney, Australia memang sedang sejuk-sejuknya. Tidak panas, tidak dingin, namun cukup berangin.

Sejuknya kota yang terkenal dengan Opera Housenya ini berada pada suhu sekitar 12-14 derajat celcius.

Bagi saya, ini menjadi pengalaman pertama menjalani puasa di Sydney. Waktu siang hari di sini cukup pendek, tak sampai 12 jam.

Waktu Sahur hingga pukul 05.26 dan waktu berbuka 16.53 WS. Menyenangkan karena udaranya yang sejuk.

Selama berpuasa rasa haus dan lapar tetap ada, namun cukup terbantu dengan udara yang sejuk, bersih, dan tenang.

Baca: Menlu Retno Tegaskan Larangan WNI Masuk Israel untuk Ziarah Tak Terkait Politik

Rekomendasi Untuk Anda

Ada alternative aktivitas untuk menunggu waktu berbuka di Sydney, berjalan berjalan menyusuri jalanan tengah kota, atau lari melintasi pemandangan laut.

Saya memilih menghabiskan sore berjalan kaki di sekitar George Street, salah satu pusat bisnis di jantung kota.

Sekitaran George Street, pemandangan yang dilihat adalah pusat berbelanjaan, toko-toko berbagai merk, stasiun utama kota, katedral, maupun landmark Sydney Tower.

Sekitar 4km lebih berjalan, tak sama sekali berkeringat karena angin sejuk cukup menenangkan.

Tantangan besar saat menjalani puasa di sini adalah udara yang terkadang terasa sangat dingin pada sore hari disertai angin.

Sydney memiliki waktu malam yang lebih panjang daripada Indonesia. Sydney juga memiliki musim panas dan musim dingin

Catatan Redaksi :

Cerita ini diperoleh dari perjalanan Reporter Tribunnews.com dalam rombongan Singapore Airlines Indonesia - Sydney Media Invitation bekerja sama dengan Destination New South Wales (NSW).

Sejumlah wartawan asal Indonesia dibawa ke tempat-tempat wisata di Sydney sejak tanggal 30 Mei - 6 Juni 2018.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas