Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bukan Malang atau Puncak, Ini Kota Terdingin di Indonesia

Siapa yang sudah pernah pergi ke daerah Puncak, Jawa Barat? Atau ke daerah Malang? Di sana, cuacanya sejuk, bahkan bisa dikatakan dingin. Namun, tahuk

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Bukan Malang atau Puncak, Ini Kota Terdingin di Indonesia
Instagram/kogoyanak.jr
Kota Mulia di Papua. 

TRIBUNNEWS.COM - Siapa yang sudah pernah pergi ke daerah Puncak, Jawa Barat? Atau ke daerah Malang? Di sana, cuacanya sejuk, bahkan bisa dikatakan dingin.

Namun, tahukah kalian? Rasa dingin di sana tidak sebanding dengan dingin di Kota Mulia. Di mana tuh?

Kota Terdingin di Indonesia

Kota Mulia berada di daerah Puncak Jaya Wijaya, Papua.

Kota ini diberi gelar sebagai kota terdingin di Indonesia.

Itu karena kota ini terletak di ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut.

Kota Mulia berada di sebuah lembah yang dikelilingi Pegunungan Jaya Wijaya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada siang hari, suhu di sana sekitar 15 derajat Celcius, sedangkan pada malam hari, suhunya bisa mencapai sembilan derajat Celcius.

Curah hujan di sana juga terjadi hampir sepanjang tahun.

Maka itu, sebagian besar warga yang tinggal di sana masih menempati Hanoi, yaitu rumah adat Papua.

Rumah Hanoi yang tanpa jendela bisa membuat udara dingin tidak mudah masuk ke rumah.

Baca: 4 Tips Tetap Nyaman Pakai High Heels saat Traveling, Perhatikan Ukuran Sepatu

Sedangkan rumah berdinding semen biasanya hanya digunakan untuk gedung perkantoran saja.

Ada Bandara Kecil

Walaupun termasuk kota kecil, tapi ternyata di sana ada bandara juga.

Kita bisa naik pesawat dari kota Jayapura dan sampai di sana sekitar satu jam.

Namun, pesawatnya itu juga tidak bisa yang berukuran besar.

Pesawat yang digunakan hanyalah pesawat jenis Caravan yang hanya bisa ditumpangi oleh sembilan orang saja.

Sebenarnya, kita bisa gunakan jalur darat untuk menuju ke Kota Mulia.

Namun, kita harus menempuh perjalanan selama 16 jam dan melewati jalan bebatuan, bahkan juga melewati jurang curam di sisi kiri dan kanan.

Daerah Konflik

Sayangnya, wilayah yang memiliki pemandangan indah ini termasuk salah satu daerah konflik.

Di kota ini, sering terjadi bentrok antarwarga dari daerah lain yang berdekatan.

Maka itu, di sana diberlakukan jam malam.

Baca: Fakta Unik Raja Ampat, Benarkah di Teluk Kabui Ada Gua Hantu?

Setelah pukul 6 sore, tidak boleh ada kegiatan di luar rumah.

(TribunTravel.com/ Ambar Purwaningrum)

Sumber: Grid.ID
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas