Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sandiaga Uno: Desa Wisata Berpeluang Dikembangkan di Masa Pandemi

Sandiaga Salahudin Uno memprediksi masa depan pariwisata Indonesia pasca Covid-19 ini adalah tempat-tempat yang jarang dipromosikan dan belum viral.

Sandiaga Uno: Desa Wisata Berpeluang Dikembangkan di Masa Pandemi
Agoda
Sudut desa wisata Ekang di Pulau Bintan, Riau. 

Laporan Reporter Tribunnews, Malvyandie Haryadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno memprediksi masa depan pariwisata Indonesia pasca Covid-19 ini adalah tempat-tempat yang jarang dipromosikan dan belum viral.

Sandi mendorong tempat-tempat wisata tersebut dikembangkan dan dikelola secara baik.

“Jadi ini justru waktunya kita untuk mengembangkan pariwisata yang ada di daerah kita karena sebetulnya Indonesia ini banyak sekali spot-spot wisata yang sangat menarik,” kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini meyakini bila tempat-tempat wisata tersebut dipromosikan dengan baik, akan turut membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

“Jadi, jika kita mampu mengembangkannya, kita dapat semakin menggerakkan ekonomi daerah sekitar dan membuka peluang lapangan kerja untuk masyarakatnya,” ujar Sandi.

Baca: Desa Wisata Ekang di Pulau Bintan, Tawarkan Tempat Berkuda hingga Kuliner

Terlebih saat ini sektor wisata hanya menyumbang 10 persen saja untuk tenaga kerja. “Ini yang lagi banyak saya mau pikirkan gimana solusinya karena 10 persen tenaga kerja kita ada di pariwisata,” jelasnya.

Baca: Anggota DPR Dorong Desa Wisata Jadi Agrotourism untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan

Pengagas Rumah Siap Kerja ini menyebutkan wisata yang akan muncul nantinya adalah wisata berbasis desa. Karena masih situasi wabah corona, wisata-wisata yang dibatasi pengunjung, unik dan belum viral lah yang akan menjadi tujuan wisatawan teruatama wisatawan lokal.

“Jadi solusi daripada industri pariwisata kita ke depan pariwisata model niche, kecil, gak nyampe 4-5 orang. Karena, kan, social distancing dan lain sebagainya,” kata Sandi.

Sandi juga mengingatkan kalangan milenial untuk bisa memanfaatkan situasi wabah covid-19 ini untuk mengembangkan pariwisata bebasis desa atau desa wisata. Tapi, tetap berbasis kearifan lokal.

“Karena covid-19, saya melihat ada perubahan pada tipe-tipe pariwisata yang akan berkembang adalah desa-desa wisata, dimana pengunjungnya di bawah 50 orang. Ini merupakan potensi dan peluang bagi para anak-anak muda di desa untuk menggerakkan ekonomi desanya dan menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat desa lainnya,” jelas Sandiaga.

Sandi menyebutkan anak muda bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dalam mempromosikan tempat-tempat wisata atau usah yang dikembangkan di daerahnya masing-masing.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas