Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

IKPM: Pemalang Menyimpan Surga Tersembunyi Objek Wisata

Pemalang, menyimpan potensi sumber daya alam dengan panorama keindahan alam yang memikat serta memiliki sumber daya manusia yang andal.

IKPM: Pemalang Menyimpan Surga Tersembunyi Objek Wisata
TRIBUNNEWS.COM/IST/HO
Direktur IKPM Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Septriana Tangkary menyampaikan bahwa Pemalang adalah kabupaten yang memiliki potensi wisata sangat besar, termasuk potensi kulinernya, pada acara Workshop 'Strategi Promosi Objek Wisata Pemalang untuk Pemberdayaan Masyarakat Lokal dan Peningkatan Ekonomi Nasional' disiarkan secara daring melalui aplikasi zoom meeting serta channel YouTube Ditjen IKP Kominfo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemalang, menyimpan potensi sumber daya alam dengan panorama keindahan alam yang memikat serta memiliki sumber daya manusia yang andal. Hal ini menjadikan potensi Kabupaten Pemalang laksana permata terpendam yang siap untuk digali.

Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 mengakibatkan penurunan di berbagai sektor, terutama sektor pariwisata. Seiring dengan penanganan Covid-19 oleh pemerintah dan telah diterapkannya kebiasaan baru (new normal), sektor pariwisata diharapkan kembali normal.

Para pelaku wisata dan generasi milenial bersama dengan pemerintah, merupakan kunci untuk mempromosikan surga tersembunyi objek wisata di Pemalang, demi membangkitkan kembali perekonomian masyarakat setempat. Untuk itu, Kementerian Kominfo mengedukasi pelaku wisata dan milenial dalam Workshop Genposting (Generasi Positive Thinking) tentang Strategi Promosi Objek Wisata Pemalang untuk Pemberdayaan Masyarakat Lokal dan Peningkatan Ekonomi Nasional secara langsung yang disiarkan secara daring melalui aplikasi zoom meeting serta channel YouTube Ditjen IKP Kominfo.

Pada Workshop “Strategi Promosi Objek Wisata Pemalang untuk Pemberdayaan Masyarakat Lokal dan Peningkatan Ekonomi Nasional” hari Rabu (31/3/2021), Direktur IKPM Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Septriana Tangkary menyampaikan bahwa Pemalang adalah kabupaten yang memiliki potensi wisata sangat besar, termasuk potensi kulinernya. Oleh karena itu pelaku wisata dan pemerintah harus dapat membangun dan mempromosikan potensi tersebut, agar memberikan dampak bagi Pemalang dalam perekonomian dan PDRB-nya.

“Upaya promosi pariwisata ini harus dilakukan serentak oleh masyarakat Pemalang, termasuk para pemuda dan pelajarnya, melalui media sosial dengan mengangkat hashtag pariwisata Pemalang, agar potensinya dapat diketahui oleh masyarakat dan wisatawan domestik maupun mancanegara”, ujarnya.

Selanjutnya, Mansur Hidayat, Wakil Bupati Pemalang Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa pada masa pandemi ini diperlukan strategi pemasaran objek wisata dalam mengelola desa wisata dan meningkatkan kereativitas dan inovasi pelaku UMKM secara virtual. Untuk itu diperlukan kemampuan beradaptasi, salah satunya adalah evolusi industri dan digitalisasi seluruh layanan.

Menurutnya dalam upaya mengembalikan sektor pariwisata di era new normal ini, semua pihak dituntut untuk memiliki kedisiplinan dan kesadaran untuk ikut berpartisipasi, memiliki spirit yang kuat, optimisme, kreativitas, semangat untuk bangkit, dengan melakukan sinergi dan aliansi. Pariwisata tidak dapat berdiri sendiri, tetapi memerlukan koordinasi, kolaborasi, dan harmonisasi dari berbagai pihak.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Dadang Irawanto, Pengamat Seni dan Budaya, bahwa pelaku pariwisata dan UMKM memerlukan dukungan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan dan membina produk kesenian dan budaya yang berpotensi untuk dipasarkan sebagai atraksi unggulan Kabupaten Pemalang.

Menurutnya, tidak cukup hanya membina para pelaku pariwisata dan UMKM, tetapi juga harus dibekali sebuah pemahaman kepada masyarakat setempat agar mereka memahami dan mempunyai informasi mengenai potensi wisata daerah mereka sendiri.

Selanjutnya, Muchamad Mansur, Ketua Harian GenPi Jawa Tengah, mengatakan bahwa pelaku usaha harus menerapkan prinsip-prinsip CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment sustainability) di setiap destinasi pariwisata, serta membuat SOP jika terjadi bencana alam atau situasi darurat.

Untuk memberikan kepercayaan kepada pengunjung bahwa kunjungan mereka ke destinasi akan aman dan sehat, pelaku usaha dan pengelola destinasi harus melakukan proses sertifikasi CHSE dengan tahapan penilaian mandiri, deklarasi mandiri, dan memperoleh penilaian oleh auditor serta menerima sertifikat jika semua kriteria penilaian telah dipenuhi. Sertifikasi CHSE sangat dibutuhkan dalam promosi objek wisata di era new normal.

Terakhir, Rulli Nasrullah, Praktisi Media Sosial, menyampaikan bahwa untuk mempromosikan wisata melalui konten digital cukup sederhana, dapat menghasilkan dampak yang luar biasa. Para milenial dan pelaku UMKM harus memperhitungkan trik-trik mengenai algoritma media sosial, salah satunya Instagram.

“Setiap orang diberikan kemampuan untuk mewujudkan kreativitas, termasuk dalam bentuk tulisan karena tidak ada satu pun di dunia ini yang sebenarnya “baru”, yang ada hanya menulis ulang," pungkasnya.

Kegiatan Workshop Generasi Positive Thinking ini diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo diikuti 100 orang peserta yang hadir secara langsung dan online.

Ikuti kami di
Editor: FX Ismanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas