Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Startup Kuliner Jadi Bisnis Menjanjikan, Tapi Tak Mudah Mempertahankan

Pelaku usaha perlu untuk mengasah ide dan inovasi produk masing-masing agar mendapat tempat di hati konsumennya

Startup Kuliner Jadi Bisnis Menjanjikan, Tapi Tak Mudah Mempertahankan
Tribunnews/Herudin
Suasana Gang Gloria, Pancoran, Glodok, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Gang yang dipenuhi penjual kuliner khas pecinan yang sudah ada sejak tahun 1920-an ini semakin sepi pembeli karena adanya pandemi Covid-19. Meski begitu, masih ada pembeli setia yang berkunjung ke tempat tersebut pada akhir pekan. Tribunnews/Herudin 

Program tersebut sejalan dengan keyakinan kami bahwa pelatihan di bidang digital adalah faktor penting bagi kesuksesan para pengusaha makanan dan minuman.

"Saya berharap pelatihan digital marketing yang kami bagikan memberikan sudut pandang baru bagi para peserta. Kami senang dapat menyambut para peserta FSIA Batch 4 di platform GrabFood dan GrabMart," katanya.

Baca juga: Grab Serahkan Sepeda Listrik dan GrabWheels ke Dishub DKI Jakarta

Accelerice Indonesia juga memfasilitasi startup terpilih untuk mendapatkan bimbingan bisnis dari pakar ternama yang memiliki jaringan bisnis makanan dan minuman, seperti SIRCLO, Intudo Venture, ULTRA Indonesia, serta Jiwa Group (Kopi Janji Jiwa dan Jiwa Toast).

Pada pelaksanaan Demo Day tersebut, 10 startup terpilih mengirimkan produk mereka kepada tamu undangan.

Mereka diberi kesempatan untuk melakukan presentasi secara online mengenai detail usaha rintisan mereka di hadapan investor, tamu undangan dari industri makanan dan minuman, termasuk juga retail, distributor, serta Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

10 Startup tersebut akan mendapatkan fasilitas penunjang untuk validasi pasar, seperti akses untuk menggunakan Accelerice Kitchen untuk Research And Development (RnD) dan kesempatan untuk mendisplay produknya di Rak Sebelah dari Accelerice Indonesia selama 1 bulan.

Selain itu, mereka juga mendapatkan paket spesial enterprise partnership dan marketing asset penunjang penjualan produk dari Grab Indonesia selama 3 bulan, termasuk terdaftar dalam GrabFood & GrabMart.

“Melalui program ini, diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak startup makanan dan minuman Indonesia yang menjadi salah satu brand ternama, terdepan dalam inovasi dan memiliki daya saing tinggi, sehingga tidak hanya berkompetisi di market Indonesia, tetapi juga di pasar luar negeri,” kata Charlotte.

Menteri Koperasi Teten Masduki menambahkan bahwa UMKM di sektor makanan dan minuman memiliki potensi yang luar biasa untuk dapat membantu bangkitnya perekonomian Indonesia.

Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan dan bimbingan dari mentor yang tepat, agar dapat mengoptimalkan potensi bisnis yang ada.

“Melalui program Food Startup Indonesia Accelerator ini, kami berharap akan dapat membantu, mempersiapkan para peserta; UMKM makanan/minuman terpilih, untuk dapat beradaptasi, bertransformasi dalam situasi penuh tantangan pandemi ini," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas