Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sandiaga Uno Ajak Elemen Bangsa Laksanakan Prokes Ketat Saat Idul Fitri

Sandiaga Uno mengajak seluruh elemen bangsa untuk melaksanakan prokes ketat, khususnya saat liburan Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan d

Sandiaga Uno Ajak Elemen Bangsa Laksanakan Prokes Ketat Saat Idul Fitri
tangkapan layar webinar KPCPEN
Sandiaga Uno saat mengikuti Webinar KPCPEN yang diselenggarakan hari Rabu siang (5/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengajak seluruh elemen bangsa untuk melaksanakan prokes ketat, khususnya saat liburan Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan di berbagai tempat, baik rumah tangga, tempat wisata, maupun tempat hiburan.

Dia tidak ingin Indonesia mengalami gelombang ketiga pandemi Covid-19 seperti yang sekarang sedang melanda India, setelah negara itu merayakan hari keagamaan yang menimbulkam kerumunan manusia.

"Pak Presiden mengingatkan kita setiap ada liburan dan pergerakan besar di tengah-tengah masyarakat ini memicu peningkatan penularan Covid-19. Libur Idul Fitri tahun lalu naik 93%. Libur Nataru naik 119%. Libur Maulid Nabi naik 95% dan terakhir 78%," ungkap Sandiaga Uno saat mengikuti Webinar KPCPEN yang diselenggarakan hari Rabu siang (5/5/2021).

Sandi menambahkan, pihaknya gencar mengedukasi sekaligus menyosialisasikan program Cleanliness, Health, Safety and Environment sustainability menuju kondisi yang disebutnya sebagai better normal.

CHSE itu tambahnya, adalah panduan untuk berbagai kegiatan seperti arung jeram, golf, meeting, incentives, conferences and exibitions (MICE) dan lain sebagainya, dengan penerapan prokes ketat.

"Yang melanggar ditutup," selorohnya.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Reisa Broto Asmoro meminta seluruh masyarakat taat dan melaksanakan prokes ketat untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Reisa Broto Asmoro menjelaskan, prokes ketat penting karena keberhasilan sebuah negara dalam berperang melawan Covid-19 akan berimbas pada pemulihan ekonomi.

Reisa Broto Asmoro menambahkan, pelaksanaan prokes terutama ditujukan untuk menekan laju penularan, sehingga diharapkan bila semua masyarakat menjalankan protokol dengan baik, maka pandemi bisa diatasi dan ekonomi dapat kembali menggeliat.

"Seperti di Bali ini semua masyarakat antusias melaksanakan prokes, antusias melaksanakan vaksinasi. Mereka sadar kalau tidak menjalankan protokol seperti ini mereka tidak mendapatkan nafkah," kata Reisa Broto Asmoro.

Reisa juga menambahkan selain program vaksinasi dan pelaksanaan prokes yang benar, daya tahan tubuh perlu dijaga dengan mengonsumsi makanan sehat yang cukup.

Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas