Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bilebante di Lombok Tengah Jadi Inspirasi Pembuatan Buku Panduan Mengembangkan Desa Wisata Hiijau

Pariwisata merupakan sektor yang bersifat multidisiplin dan multisektor sehingga pengembangannya membutuhkan dukungan dari banyak pemangku kepentingan

Bilebante di Lombok Tengah Jadi Inspirasi Pembuatan Buku Panduan Mengembangkan Desa Wisata Hiijau
dok.
Diskusi peluncuran buku Panduan Praktis: 10 Langkah Mengembangkan Desa Wisata Hijau di Jakarta, Senin (14/6/2021). Buku ini disusun berdasarkan pengalaman pengembangan Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) 

Budi Tirtawisata, CEO Panorama Group mengatakan, kolaborasi yang dibangun merupakan kemitraan yang harus berjalan seimbang dan mengedepankan keuntungan bersama serta keberlanjutan.

Menurutnya, hal itu bisa dimulai dari pengembangan sumber daya manusia masyarakat, mengedepankan potensi lokal desa, pemenuhan fasilitas hingga pengembangan regulasi pariwisata desa tersebut.

Panduan Praktis: 10 Langkah Mengembangkan Desa Wisata Hijau jilid kedua ini memberikan panduan praktis langkah demi langkah, yang mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan dalam pengembangan desa wisata.

Panduan ini juga dapat menjadi acuan pelengkap guna membantu pemangku kepentingan untuk membangun desa wisata hijau sejalan dengan kriteria penilaian Desa Wisata Berkelanjutan.

Baca juga: Melalui SDGs Desa, Halim Iskandar Optimis Pembangunan Lebih Terarah

Buku panduan ini merupakan kelanjutan dari buku serupa bagian pertama yang disusun pada 2016, yang menitikberatkan pada koordinasi dan kerja bersama antar Kementerian dan antara pusat dengan daerah, serta penyamaan wawasan dan cara pandang pembangunan desa wisata hijau atas dasar peran masing-masing pemangku kepentingan.

Penyusunan buku panduan ini dilatarbelakangi oleh kisah sukses pengembangan Desa Bilebante di Lombok, NTB. Desa wisata ini kini menjadi salah satu contoh pengembangan Desa Wisata Hijau yang inklusif.

Pengembangan Bilebante sebagai Desa Wisata Hijau dimulai dari impian masyarakat desa di tahun 2015 yang ingin memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Mitra yang mendukung implementasi proyek ISED ini antara lain Bappenas, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemprov NTB serta kalangan dunia usaha, termasuk perhotelan dan kampus.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas