Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dukuh Ngledok, Kampung Para Mpu Pandai Besi di Kecamatan Delanggu, Klaten

Di balik riuhnya vaksinasi door to door, Dukuh Ngledok ternyata dikenal sebagai sentra perajin besi di Kecamatan Delanggu, Klaten.

Dukuh Ngledok, Kampung Para Mpu Pandai Besi di Kecamatan Delanggu, Klaten
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Perajin besi di Dukuh Ngledok, Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

"Makanya sekarang ini pakai mesin biar produksinya banyak. Kalau yang manual palingan tinggal satu warga," imbuhnya.

Menurut Budi, hasil kerajinan dari warga Dukuh Ngledok tersebut dipasarkan tidak hanya di sekitar Kecamatan Delanggu dan Kabupaten Klaten.

Beberapa perajin, juga telah berhasil menembus pasar Kalimantan hingga Papua di ujung timur Nusantara sana.

Turun-temurun

Seorang perajin pandai besi di Kampung Ngledok bernama Joko Widodo menyebut, dirinya sudah 15 tahun menekuni usaha pandai besi.

"Awalnya ini usaha turun-temurun dari keluarga saya, sejak 15 tahun terakhir saya yang mengelola usaha ini," tuturnya kepada Tribun Jogja.

Selama pandemi Covid-19, penjualan usahanya cukup tersendat. Hal itu ia rasakan sejak satu tahun terakhir.

"Kalau produksinya lancar, kalau penjualannya macet sejak ada corona. Sekitar setahunan," jelasnya.

Sebelum pandemi Covid-19, per bulan dia bisa mendapat pemasukan bersih hingga Rp10 juta.

"Kalau pandemi ini paling tinggi dapat setengahnya. Sekarang karyawan saya cuma 4 orang. Sebelumnya ada 19 orang karyawan saya," tutupnya.

Artikel ini tayang di TribunJogja.com dengan judul Bermula dari Keahlian Seorang Mpu Sepuh, Kampung Ngledok Klaten Jadi Sentra Pandai Besi

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas