Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mampu Bersaing di Kancah Global, Kuliner Indonesia Diibaratkan Permata Tersembunyi

Industri kuliner Indonesia disebut sangat punya potensi dan bisa bersaing dengan industri kuliner dunia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Mampu Bersaing di Kancah Global, Kuliner Indonesia Diibaratkan Permata Tersembunyi
Istimewa
INDUSTRI KULINER - Perayaan hari lahir ke-130 Le Cordon Bleu yang bertajuk “A Legacy of Excellence” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat. Dalam acara tersebut, industri kuliner Indonesia dinilai sangat punya potensi dan bisa bersaing dengan industri kuliner dunia. Hal itu sebagaimana dikatakan salah satu alumni Le Cordon Bleu, Ray Johnson 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri kuliner Indonesia disebut sangat punya potensi dan bisa bersaing dengan industri kuliner dunia.

Hal itu sebagaimana dikatakan salah satu alumni Le Cordon Bleu, Ray Johnson.

Adapun Le Cordon Bleu adalah institusi kuliner ternama dunia yang telah melahirkan chef profesional sejak tahun 1895.

Nama Cordon Bleu berasal dari simbol status yang terhormat dalam Ordo Roh Kudus Perancis. 

Institusi tersebut kini punya lebih dari 35 sekolah di 28 negara di seluruh dunia dan melatih lebih dari 20.000 siswa setiap tahunnya, dengan sertifikat yang diakui secara internasional. 

"Banyak bahan kuliner Indonesia yang bisa diolah dari hasil bumi kita seperti vanila, cokelat, dan rempah-rempah. Yang penting, kalau kita mau go global, tunjukkan kuliner khas Indonesia di luar negeri seperti rasa pedas yang kini disukai masyarakat Eropa dan Amerika," tutur Ray Janson dalam perayaan hari jadi ke-130 Le Cordon Bleu, di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Dia menganalogikan mengibaratkan kuliner Indonesia seperti permata yang tersembunyi dengan cita rasa yang variatif dari Sabang sampai Merauke.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun paling penting, dikatakan Ray, bagaimana mengolah emas tersebut untuk bisa bersaing.
"UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) kuliner kita perlu diedukasi agar bisa terekspos di luar negeri, misalnya melalui media sosial, cara packaging, marketing dan branding. Hal-hal ini akan membuat kuliner kita bisa dikenal masyarakat dunia," ucap Ray.

Dalam perayaan hari lahir ke-130 Le Cordon Bleu, digelar acara bertajuk “A Legacy of Excellence” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat.

Perayaan ini menjadi momentum bersejarah bagi komunitas kuliner Indonesia dan mempertegas komitmen Le Cordon Bleu dalam melestarikan tradisi gastronomi Prancis yang berpadu dengan kekayaan cita rasa Nusantara.

“Selama 130 tahun, Le Cordon Bleu menjadi rumah bagi kreativitas, dedikasi, dan semangat inovasi di dunia kuliner. Kami bangga merayakan tonggak penting ini bersama para alumni, mitra, dan pecinta kuliner Indonesia," ujar Anton Hamdali selaku Sales dan Marketing Manager Le Cordon Bleu Indonesia Hub.

Acara tersebut dihadiri oleh alumni Le Cordon Bleu dari berbagai angkatan, chef ternama Indonesia, serta pelaku industri F&B.

"Kami percaya masa depan kuliner dunia akan semakin berwarna berkat inovasi yang lahir dari semangat lintas budaya. Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat gastronomi Asia,” kata Marketing Le Cordon Bleu Indonesia Hub Michelle Anjelica.

Baca juga: Chef Juna Angkat Keunikan Cengkeh Manado Lewat Film A Clove Story

Dia berharap melalui perayaan ini, Le Cordon Bleu terus menginspirasi generasi baru chef dan pengusaha kuliner Indonesia untuk menghadirkan karya yang menggabungkan keanggunan teknik Prancis dengan kekayaan bahan lokal.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas