Survei LSI Dorong Pemerintah Lebih Bekerja Keras
Kantor Kepresidenan menyatakan apresiasinya atas survei tingkat popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilakukan LSI
Editor:
Harismanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Kepresidenan menyatakan apresiasinya atas survei tingkat popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
"Survei yang menempatkan tingkat popularitas SBY pada angka 66 persen, atau turun 19 persen dari tahun sebelumnya, akan menjadi pelecut bagi pemerintah untuk lebih bekerja keras," kata Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, di Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Menurut alumnus Fisipol UGM itu, naik turunnya popularitas Presiden merupakan hal yang biasa dan tidak perlu disikapi dengan berlebihan. "Apabila dibandingkan dengan survei LSI terakhir pada bulan Januari 2010 yang memperlihatkan popularitas Presiden ada di angka 70 persen, berarti saat ini terjadi penurunan sekitar 4 persen. Tapi, saya optimis, kinerja pemerintah di tahun kedua akan lebih positif, sehingga popularitas Presiden akan meningkat kembali," katanya.
Andi Arief menambahkan, pengalaman naik turunnya popularitas Presiden telah dialami sejak jaman pemerintahan SBY jilid pertama (2004-1009). Penurunan popularitas sempat terjadi tatkala pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Namun, popularitas yang sempat anjlok itu dapat diperbaiki, bahkan meningkat jauh lebih tinggi, ketika pemerintah berhasil mengimplementasikan kebijakan-kebijakan populis seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), BOS (bantuan Operasional Sekolah), dan KUR (Kredit Usaha Rakyat).
Meskipun demikian, Andi tak menampik hasil survei merupakan cermin dinamika publik yang substansinya harus ditangkap oleh para pengambil kebijakan. Hasil survei LSI pada Agustus 2010, kata Andi, menunjukkan harapan yang tinggi dari publik agar Kabinet SBY-Boediono dapat langsung "tancap gas" di tahun pertama pemerintahannya. Namun, berbagai persoalan politik seperti reperkusi kasus Century telah mengurangi energi Kabinet untuk fokus pada pelaksanaan program-program pro-rakyat.
Andi berharap di tahun kedua pemerintahan, anggota-anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dapat memberikan konsentrasi yang penuh dalam mensukseskan pelaksanaan program-program kerakyatan, serta lebih peka pada rasa keadilan masyarakat. "Rakyat sekarang menunggu, apakah program-program pemerintah yang mereka rasakan pada periode 2004-2009 itu dapat dilakukan sama baiknya atau lebih baik oleh kabinet saat ini," kata Andi. (*)
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.