TKI Tak Minta Lebih...Hanya Perlu Perhatian Pemerintah
Banyak kasus penganiayaan TKI di luar negeri membuat pahlawan devisa ini berontak. Mereka inginkan perhatian pemerintah.
Penulis:
Totok
Editor:
Anita K Wardhani
Ketika Rabu (24/11/2010) pagi saya ingin perpanjang paspor di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Saudi Arabia, ada pemandangan lain yangs saya lihat. Pelayanan terpaksa tutup, karena banyak TKI yang berdemo minta dipulangin ke tanah air. Para TKI yang tidak memiliki dokumen resmi itu menuntut pihak KJRI untuk segera memulangkan mereka.
Karena merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah, para TKI yang tadinya tinggal di kolong jembatan Kandarah Jeddah itu mendatangi kantor KJRI. Dengan harapan cepat dipulangi oleh pihak pemerintah, melalui KJRI setempat. Diantara mereka ada perempuan yang sambil menggendong anak kecil.
Sesaat sebelum saya menanyakan kepada petugas yang berjaga di depan pintu, mereka diusir oleh petugas kemanan yang bersenjata laras panjang. Mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan maka kantor KJRI dijaga tentara setempat.
Dengan tertib mereka membubarkan diri atau diterima petugas KJRI lewat pintu lain. Saya hanya mendapat jawaban dari petugas yang sedang berjaga,
"Hari ini tutup, nggak ada pelayanan", jawabnya singkat.
Kami para TKI memohon kepada pemerintah untuk memperbaiki kebijakan masalah TKI. Banyak kasus-kasus yang menimpa saudara kita tapi tidak sampai tersentuh hukum. Jangan setelah ada kasus, barulah pihak pemerintah turun tangan, seharusnya pemerintah berupaya melindungi terhadap TKI di luar negeri.
Jadi untuk menekan tindak kekerasan atau pelecehan terhadap tenaga kerja kita, dimasa-masa yang akan datang akan berkurang setelah mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Semoga apa yang sedang diupayakan pemerintah, TKI bisa merasakan hasilnya bukan untuk dijadikan korban.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan