Martabak Oh Martabak Memang Lezat
Pertigaan atau protelon kota Pecangaan Jepara jika malam tiba merupakan pusat jajanan atau kuliner malam bagi warga kota Pecangaan dan sekitarnya .
Penulis:
Fatkhul Muin
Editor:
Anita K Wardhani
Di pertigaan yang dulu dikenal sebagai pertigaan karung goni ini jika malam tiba bertebaranlah puluhan warung tenda yang menjual berbagai macam menu dari makanan kecil seperti keripik singkong, kue Bandung dan Martabak.
Juga makanan berat seperti sate gule kambing, lonthong sate ayam, Nasi goreng dan juga lonthong tahu telur (LTT). Salah satu penjual kue martabak yang paling terkenal dan lama mangkal di pertigaan ini adalah pak Muhammd Nor yang setiap harinya mangkal mulai jam 4 sore sampai jam 11 malam .
Dengan
menggunakan kereta dorong panjang ia menggelar dan membuat dagangan
martabak yang dikenal orang asli dari negeri Hindustan India. Dengan
bahan baku tepung terigu, bumbu-bumbu, sayuran dan telur ia racik
martabak yang dulu ia pelajari dari majikannya dulu orang keturunan
India sebelum ia membuka sendiri. Terutama tekhnik pembuatan martabak
bagian luar yang terbuat dari tepung terigu dan juga bumbu yang membuat
martabak menjadi enak dan disukai pelanggan.
| Pak Nor cekatan meracik martabak |
Meskipun seminggu atau dua minggu sekali harus menengok keluarga ke Tegal namun hal itu bukan masalah yang menganggu asalkan usahanya jalan terus karena itu satu satunya usaha untuk menghidupi keluarga. Di Pecangaan ini ia ngekos , semua pekerjaan ia kerjakan sendiri mulai menyiapkan bahan baku, meracik bumbu sampai dengan membuat martabak untuk para pelanggannya yang setiap malam datang di lapaknya.
Namun demikian ia mengaku
bersyukur meski harus jauh dari keluarga namun setiap hari ia bisa
mendapatkan penghasilan yang lumayan , untuk membiyai kebutuhan keluarga
dan juga menyekolahkan anak-anaknya.
| Piagam dari Al- Marjan |
| Kereta dorong setiap sore sampai malam mangkal di pertigaan Pecangaan |
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan