Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Dugaan Bom Buat Kompleks Cimanggu Permai Terkenal

KOMPLEKS Perum Cimanggu Permai Bogor tempat saya tinggal, hari ini mendadak terkenal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira
Laporan Aqua Dwipayana, Konsultan Komunikasi, dan penulis buku


KOMPLEKS
Perum Cimanggu Permai Bogor tempat saya tinggal, hari ini mendadak terkenal.

Penyebabnya karena di rumah salah satu warga yang bernama Agus Suherman, Kepala SMAN 1 Bogor, di Jl Majapahit, diduga ada kiriman paket berisi bom.

Agus yang tadi siang baru saja terpilih sebagai Ketua RW VII Kelurahan Kedung Badak, Kec Tanah Sareal, Kota Bogor. Agus menang telak dengan mengumpulkan 170 suara. Mengalahkan saingan satu-satunya, seorang wanita, yang hanya mendapatkan 64 suara.

Sekitar pukul 14.30, saat kembali ke rumahnya, Agus melihat ada kiriman paket yang mencurigakan dengan alamat pengirim Cipayung, Kab Bogor. Karena curiga, dia menghubungi salah seorang petugas polisi yang juga bernama Agus. Oleh Agus yang polisi, kemudian paket tersebut didekatkan dengan metal detektor. Ternyata suaranya positif metal, sehingga semakin kuat dugaan bahwa itu adalah bom.

Info ini kemudian dilaporkan ke Tim Gegana Brimob yang bermarkas di Bogor.

Di situlah kehebohannya dimulai. Seketika itu polisi berdatangan ke rumah Agus yang sebagian membawa peralatan penjinak bom. Berbagai spekulasi muncul terhadap kiriman tersebut. Ada polisi yang menduga bahwa paket itu dikirim oleh lawan Agus yang kalah dalam pemilihan Ketua RW.

Setelah dicek secara keseluruhan ternyata paket itu berisi kaleng susu. Hal itu membuat Agus sekeluarga dan seluruh anggota polisi yang ada di tempat itu merasa lega.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa jam seusai pemeriksaan, saya bertemu dengan Agus. Dari ucapannya saya merasakan bahwa dia merasa bersalah karena sudah membuat anggota polisi repot gara-gara isu bom tersebut.

"Sejak tadi siang, di twitter sudah ramai membicarakan hal ini. Para siswa saya di SMAN 1 Bogor banyak menanyakan tentang isu bom tersebut. Saya minta tolong ke polisi agar dapat membuat menetralisir hal ini. Jangan sampai muncul berbagai spekulasi yang terkait dengan saya," kata Agus menyampaikan harapan kepada anggota polisi berada di dekatnya.

Meskipun tidak ditemukan bom di paket tersebut, namun membuat komplek Perum saya tinggal jadi terkenal. Media elektronik baik tv maupun radio serta media-media dotcom, sejak kejadian tadi siang hingga malam ini, ramai memberitakan hal tersebut.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas