Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Pengendalian Ulat Api Pada Kelapa Sawit

Pengaruh kondisi iklim yang tidak menentu, mengakibatkan intensitas serangan hama ulat api terjadi peningkatan pada awal tahun 2011 ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hariantony
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM - Pengaruh kondisi iklim yang tidak menentu, mengakibatkan intensitas  serangan hama ulat api terjadi peningkatan pada awal tahun 2011 ini. Serangan ulat api dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi perkebunan kelapa sawit.

Jenis-jenis ulat api yang paling banyak ditemukan adalah Setothosea asigna, Setora nitens, Darna trima, Darna  diducta dan Darna bradleyi. (Norman dan Basri, 1992). Setora nitens memiliki siklus hidup yang lebih pendek dari S. asigna yaitu 42 hari  Darna trima, mempunyai siklus hidup sekitar 60 hari (Hartley, 1979). a. Ulat menyukai daun kelapa sawit tua, tetapi apabila daun-daun tua sudah habis ulat juga memakan daun-daun muda. Ngengat aktif pada senja dan malam hari, sedangkan pada siang hari hinggap di pelepah-pelepah daun tua dengan posisi terbalik (kepala di bawah). Pada D. trima, di waktu siang hari, ngengat suka hinggap di daun-daun yang sudah kering dengan posisi kepala di bawah dan sepintas seperti ulat kantong. 

Kerusakan dan Pengaruhnya di Lapangan

Semua stadia tanaman rentan terhadap serangan ulat api seperti halnya ulat kantong. Kerusakan yang ditimbulkan dari serangan ulat api adalah kerusakan daun hingga 40 – 80 %, selanjutnya bisa mengakibatkan kematian pada tanaman kelapa sawit apabila tidak dikendalikan dengan baik. 

Cara Pengendalian

Salah satu metode pengendalian yang bisa dilakukan adalah melakukan penyemprotan Insektisida CYPERIN 250 EC menggunakan alat mist blower dengan dosis konsentrasi : 2 ml / 1 liter air atau 0,5 – 1 liter per hektar. Alat foging juga bisa digunakan dengan dosis 250 ml Cyperin 250 EC dicampur dengan 5 liter solar untuk 1 – 2 hektar.

Cara injeksi bisa dilakukan dengan cara menyuntikkan insektisida CHEPATE 75 SP –Nufarm prod, dengan konsentrasi 15 ml / pohon kelapa sawit.

Semoga cara ini dapat mengatasi serangan ulat api yang terjadi di beberapa perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Contact Person : Hariantony, Nufarm Indonesia - 08115201939

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas