Sopir Truk Mogok Karena Tingginya Pungli di Sampit
Puluhan Sopir truck yang mengangkut prodak turunan atau yang sering disebut limbah sawit berupa ‘cangkang dan juga bungkel,
Editor:
Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM - Puluhan sopir truk yang mengangkut prodak turunan atau yang sering disebut limbah sawit berupa ‘cangkang dan juga bungkel, terpaksa mogok di depan kantor Adminitrasi pelabuhan (ADPEL) SAMPIT Kabupaten Kotawaringin Timur, lantaran besarnya pungutan yang di duga dilakukan oleh oknum pelabuhan sampit.
“Setiap kali membongkar a ngkutan dari truk para sopir tersebut di pungut biaya sebesar Rp 20.000 hingga rp 30.000 per truk dan bahkan itu dilakukan secara ber ulang kali dalam sehari setiap kali anggkut di pungut Rp 20.000 jadi jika lima kali angkut maka bisa di total kan jadi Rp 100.000 per truck nya” Ujar Salah sopir truk yang sedang mangkir di pinggiran jalan Usman Harun Tepat di depan kantor Adpel Sampit.
Salah seorang sopir truk pengangkut bongkel dan juga cangkang “Moher (37) mengatakan pungutan tersebut di lakukan sudah lama oleh oknum petugas yang Menjaga di depan pintu masuk pelabuhan, dengan alasan truk yang kami tunggani tidak memiliki sticker resmi dari pihak Organda dan Adpel.”Cetusnya.
“Kami merasa kebertaaan apa bila setiap kami ingin membongkar muat dipelabuhan sampit, selalu ada pungutan liar alias Pungli Seperti itu,pendapatan kami tidak seberapa mas.”Ucapnnya.
Setelah hampir satu Jam para sopir truk yang tengah mangkir di pinggiran jalan tersebut, akhirnya pihak Adpel, mengadakan mediasi dengan para pemilik angkutan, Expor limbah (Prodak Turunan) berupa cangkang dan bungkil.
Sementara saat dikofirmasi, kepala Administrasi Pelabuhan Sampit, (Adpel Sampit) melalui, Kasubag Bagian Humas, Edi Sumarsono, diruang kerjanya, Jumat (03/01) berdalih serta menyatakan secara tegas untuk lembaga kami khususnya Adpel Sampit, tidak pernah melakukan pungutan liar atau pungli, sekalipun itu ada itu hanya dikasih saja.”Ujarnnya.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.