Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Ada Yang Mainkan Pasar

BPS mengeluarkan berita resmi statistik mengenai perkembangan indeks harga konsumen atau yang lebih akrab disebut inflasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Rachmat Hidayat

Direktur Eksekutif Mega Institue
Arif Budimanta

Kemarin, BPS mengeluarkan berita resmi statistik mengenai perkembangan indeks harga konsumen atau yang lebih akrab disebut inflasi.

BPS mengumukan angka inflasi pada bulan juli 2012 sebesar 0,70 persen, sedangkan untuk inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2012 dan inflasi tahunan (Juli 2011-Juli 2012) diumumkan masing-masing sebesar 2,50 persen dan 4,56 persen.

Dapat dilihat dalam berita resmi tersebut bahwa semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi terutama kelompok makanan yang mengalami kenaikan harga sebesar 1,68 persen selama Juli 2012.

Kenaikan harga bahan makanan ini salah satunya memang disebabkan oleh pengaruh siklikal serta bulan puasa, juga disebkan oleh liberalisasi sektor pangan yang semakin terang-terangan.

Betapa tidak fungsi Bulog semakin tidak berarti dalam mengendalikan harga dan pasokan, jumlah komoditi yang harga dasarnya ditetapkan oleh pemerintah juga hanya sebatas hitungan jari.

Sementara permintaan masyarakat semakin tinggi seiring dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, alhasil pemerintah terlihat hanya pasrah dengan mengimpor dengan tarif yang rendah. Bahkan pemerintah kehilangan kekuatan untuk mempertahankan tarif impor yang sudah sangat rendah seperti yang terjadi pada bea masuk kedelai yang beberapa saat yang lalu dihapuskan pemerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

Menjadi lebih menyedihkan lagi, ternyata petani sebagai produsen bahan pangan tidak diuntungkan dengan naiknya harga pangan di pasar. Lalu siapa pihak yang “memancing di keruhnya air” negeri ini?.

Selama ini kepentingan dua agen besar yang secara teori seharusnya menjadi penentu harga yakni produsen dan konsumen sering dibenturkan dalam politik harga pangan tetapi ketika keduanya berteriak dan merasa dirugikan, tentunya ada pemain lain yakni didalam tata niaga pangan yang selama ini memainkan pasar sehingga dapat meraup keuntungan yang besar.

Sehingga kiranya apapun kebijakan pemerintah pihak inilah yang diuntungkan termasuk kebijakan penghapusan bea masuk.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas