Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

JK: Kita Bisa Mendesain Masa Depan Rohingya

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya membangun harmoni baru untuk menciptakan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Yadi Jentak
Asisten Pribdi JK dari Doha, Qatar

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya membangun harmoni baru untuk menciptakan perdamaian di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Hal ini diperlukan agar para pengungsi dan korban akibat konflik antaretnis Rohingya dan Rakhine yang terjadi Juni 2012 lalu bisa kembali hidup berdampingan di kampung-kampung mereka.

Pernyataan Jusuf Kalla (JK) ini disampaikan pada pembukaaan pertemuan konsultasi ke-2 untuk mencari solusi penyelesaian konflik di Rakhine, Myanmar, yang dilaksanakan di Hotel Oryx Rotana Doha, Qatar, Kamis (4/10).

Pertemuan ini digagas OKI bekerjasama dengan Qatar Charity sebuah lembaga nirlaba terbesar di Qatar yang bergerak memberikan bantuan kemanusiaan di sejumlah negara.

“Kita tidak bisa membantu pihak tertentu saja, tetapi kedua pihak yang bertentangan harus mendapatkan perhatian. Hanya dengan begitu, harmoni baru dan perdamaian akan terwujud” tegas JK dalam pidato pembukaannya.

Menurut JK, krisis Rohingnya mempunyai dimensi budaya, sejarah, etnik, dan agama sehingga perlu strategi dan penanganan khusus.
Ketika komponen agama muncul sebagai salah satu faktor penyebab konflik, permasalahan akan berpotensi menular keberbagai belahan dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Kasus film “The Innocence of Moslem” menggambarkan dengan jelas fenomena ini.

Dalam konteks Rohingnya, baru-baru ini terjadi pembakaran puluhan kuil Budha di Bangladesh yang diduga dilakukan oleh pengungsi Rohingnya. “Intinya, penyelesaian harus dilakukan dengan cepat supaya tidak menyebar kemana-mana” ungkap JK.

Sebelum pertemuan di Doha, pada awal Agustus lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, OKI bersama sejumlah lembaga kemanusiaan menggelar pertemuan konsultasi membahas upaya penyaluran bantuan kemanusiaan di Rakhine, Myanmar.

“Dua bulan lalu, kita sudah sepakat di Kuala Lumpur, sekarang saatnya kita melaksanakan langkah nyata” tambah JK.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas