Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Pecahnya Kongsi Megawati - Parbowo

Setelah meraih sukses sebagai arsitek menggotong pasangan

Penulis: Alex Palit
Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM - Setelah meraih sukses sebagai arsitek menggotong pasangan Jokowi – Ahok dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2012, tapi tidak halnya di Pilgub Jawa Barat, benarkah duet Megawati – Prabowo pecah kongsi. Upaya Prabowo untuk menyodorkan Teten Masduki untuk berpasangan dengan Rieke Diah Pitaloka yang ditandu PDI Perjuangan bertepuk sebelah tangan. Alasannya, aktivis anti korupsi ini hanya mau maju berdampingan dengan pemeran Oneng di sinetron Bajai Bajuri kalau didukung partai berlambang kepala banteng.

Penolakan Teten Masduki atas Gerinda, dan memilih pinangan PDI Perjuangan ini semakin menimbulkan hubungan kurang nyaman antara Prabowo dan Megawati. Bahkan dari isyarat ini bisa ditandai bahwa telah terjadi pecah kongsi antara Megawati dengan Prabowo. Inilah yang dalam dunia politik dikenal adagium tak ada kawan atau lawan sejati, yang ada hanyalah kesamaan kepentingan bagaimana kekuasaan itu dapat diraih.

Kalau di Pilgub DKI, Megawati dan Prabowo saling dukung menggotong Jokowi – Ahok. Tidak halnya di Pilgub Jabar 2013, PDI Perjuangan menggulirkan pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki. Lantaran gagal sodorkan Teten Masduki, Prabowo mendukung Dede Yusuf yang berpasangan dengan Lex Laksamana, yang didukung Partai Demokrat, PAN dan PKB.

Justru tak menarik untuk dicermati yaitu pertemuan Megawati dengan Yusuf Kalla seakan semakin menguatkan sinyalemen pecah kongsi tersebut. Dari amatan politis, pertemuan Megawati dan Yusuf Kalla ini dimaknai sebagai upaya penjajakan keduanya untuk maju di Pilpres 2014. Ini bisa jadi merupakan politik antisipatif Megawati untuk menggandeng berpasangan dengan Yusuf Kalla di Pilpres 2014. Mengingat, Megawati dan PDI Perjuangan tidak ingin terjebak pada lubang yang sama saat berpasangan dengan Prabowo.

Atau prediksi lain bukan tidak mungkin PDI Perjuangan akan calonkan Yusuf Kalla seandainya Megawati tidak mau di Pilpres 2014. Mengingat hingga kini belum muncul nama kader PDI Perjuangan yang mumpuni untuk mau ke Pilpres gantikan Megawati.

Kembali ke Pilgub Jabar. Selain Pilgub DKI 2012, pastinya Pilgub Jabar 2013 ini menarik untuk disimak, tanpa mengecilkan arti pilgub Jawa Tengah dan Jawa Timur tak lama lagi juga digelar. Perolehan hasil Pilgub Jabar ini akan dijadikan kalkulasi politik partai politik jelang Pilpres 2014.

Hasil dari Pilgub DKI dan Pilgub Jabar nanti akan sangat menentukan prediksi kalkulasi politik komposisi pasangan Pilpres 2014. Siapa bakal berpasangan dengan siapa. Meski semua itu masih menunggu hasil Pemilu 2014, tapi setidaknya peluang ini sudah bisa dibaca dan diprediksi lewat analisis kalkulasi politik dari hasil Pilkada tersebut, mengingat saat ini sudah ada nama dari petinggi partai politik yang mendeklarasikan diri maju di Pilpres 2014.

Rekomendasi Untuk Anda

Kita bisa berandai-andai siapa akan berpasangan dengan siapa. Tapi setidaknya ini baru bisa diramal dari hasil Pilgub Jabar nanti, siapa-siapa sekiranya yang layak atau punya peluang maju di Pilpres 2014.

Alex Palit - Jaringan Pewarta Independen

TRIBUNNERS TERBARU

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas