Wali Kota Makassar Salat Dekat Makam Rasulullah
PADA hari ketiga perjalanan ibadah umrah, Jumat (22/2/2013), kami diperhadapkan dengan udara dingin. Suhu di sini sangat rendah, sehingga
Editor:
Dewi Agustina
Ilham Arief Sirajuddin
Wali Kota Makassar
Melaporkan dari Madinah, Arab Saudi
PADA hari ketiga perjalanan ibadah umrah, Jumat (22/2/2013), kami diperhadapkan dengan udara dingin. Suhu di sini sangat rendah, sehingga banyak jamaah bersusah payah menghangatkan tubuh dengan cara banyak bergerak untuk menaikkan suhu badan.
Situasi ini juga berlangsung ketika kami melakukan tawaf wa'dah. Ibadah ini merupakan suatu proses wajib bagi semua tamu Allah yang akan meninggalkan Kota Mekkah menuju Madinah.
Pada saat kami tawaf dengan cara mengelilingi Ka'bah, tiba-tiba saja ada sesuatu terasa dingin keluar dari sudut mata kami. Linangan air mata bercucuran tanpa bisa kami bendung seiring dengan hadirnya perasaan seperti ada sesuatu akan pergi, seiring semakin dekatnya waktu untuk kami tinggalkan pusaran manusia yang mengelili Ka'bah.
Kami yakini juga, perasaan ini dialami hampir seluruh jamaah yang tawaf bersama.
Saat lafal doa terus menggema di dalam hati, ada satu harapan agar kelak kami masih diberi kesempatan untuk datang kembali bermunajab di Baitullah yang penuh rahmat dan magfirah.
Dari Mekkah, perjalanan dilanjutkan ke Madinah selama lima jam. Kendati perasaan lelah terus membayangi selama perjalanan panjang ini, namun segera sirna dan pupus tatkala kami bergegas menuju Masjid Nabawi untuk melakukan ziarah ke makam Rasulullah Muhammad SAW.
Situasi Madinah saat ini sangat padat dan hampir sama padatnya di Mekkah. Di antara jamaah dari berbagai suku bangsa, terlihat jamaah Indonesia terbilang cukup ramai.
Alhamdulillah ada hal luar biasa kali ini saat kami melaksanakan ziarah di Masjid Nabawi.
Saat hendak melaksanakan salat tahajjud pukul 02.00 WIB, seakan ada kekuatan besar yang terus menuntun kami termasuk ketika kami begitu mudahnya mendapatkan tempat di Rawdah, persis di sebelah makam Rasulullah. Padahal saat itu jamaah sangat padat dan sangat mustahil rasanya untuk bisa mendekat di makam pemimpin umat manusia ini.
Bagi kami, kesempatan ini sangat luar biasa karena sepanjang pengalaman sebelumnya, kami belum pernah bisa mendapatkan posisi salat yang begitu dekat dengan makam Rasulullah SAW.
Praktis, perjalanan salat tahajjud dan tasbih serta zikir selama dua jam terasa sangat singkat dan nikmat.
Mudah-mudahan ini semua menjadi penanda baik bagi saya dan semua orang yang kami doakan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.