Rumah Rasulullah Jadi Perpustakaan
Truk-truk raksasa tak henti-hentinya keluar masuk masjid untuk mengangkut material. Namun ini tidak menganggu kekhusyukan jamaah beribadah
Editor:
Dewi Agustina
Laporan: Zainal Dalle
Petugas Umrah La Ilahaillallah Grup dari Tanah Suci Mekah
RENOVASI masjid terbesar di dunia, Masjidil Haram, terus dilakukan. Beberapa bagian masjid dibongkar untuk diperluas agar bisa menampung jamaah lebih banyak lagi.
Truk-truk raksasa tak henti-hentinya keluar masuk masjid untuk mengangkut material. Namun ini tidak menganggu kekhusyukan jamaah beribadah karena panitia pembangunan masjid memasang pembatas bangunan yang sementara dibongkar.
Rumah dan hotel megah yang berada di sekitar masjid semua sudah dihancurkan karena termasuk dalam kawasan pengembangan masjid.
Hanya ada satu rumah yang tidak dibongkar yakni rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rencananya rumah yang menjadi saksi perjuangan nabi di masa kecil itu akan menjadi perpustakaan yang akan menampung berbagai jenis buku mengenai Islam. Rencananya perpustakaan ini juga akan menjadi perpustakaan digital.
Sabtu waktu setempat, kami 300 jamaah umrah La Ilahaillallah Grup melakukan ziaran ke tempat-tempat bersejarah yakni Jabal Tzur, Jabal Rahmah, dan Padang Arafah.
Usai ziarah kami lalu menuju Tan'Im untuk miqat karena kami akan kembali melakukan umrah yang kedua kalinya.
Selama di Mekah jamaah sangat serius mengikuti umrah karena sangat menguras fisik. Namun jamaah tidak khawatir karena kami didampingi dokter-dokter yang berpengalaman yang selalu siaga 24 jam.
Insya Allah Rabu nanti usai Lohor kami akan meninggalkan Mekah menuju Madinah. (*)
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.