Front Pemuda Merah Putih Protes KontraS Jakarta
Sekelompok massa (diperkirakan 150 orang) yang mengaku diri Front Pemuda Merah Putih
Editor:
Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM - Sekelompok massa (diperkirakan 150 orang) yang mengaku diri Front Pemuda Merah Putih melakukan aksi di depan Kantor Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Menteng Jakarta Pusat sekitar pukul 11.10 WIB.
Menurut kordinator Aksi Dahlan Watiheluw dalam orasinya mengatakan bahwa mereka melakukan protes kepada KontraS karena dinilai mendukung kegiatan separatis dan menuduh TNI berada dibalik kekerasan di Papua terutama di areal Freeport.
“Kami meminta kepada Pemerintah untuk membubarkan KontraS karena KontraS mendukung separatis Papua dan antek asing” Tegas Dalan. Lanjut Dalan, “ KontraS berkongkalingkong dengan separatis Papua dan memprotes Aparat yang menjaga NKRI di Papua”.
Selain Dahlan, Martin Fernandes orator lain, dalam orasinya memprotes kepada KontraS karena dinilai melindungi orang asing dan separatis Papua. “Kemerdekaan Papua sudah di depan mata karena asing terutama Inggris dan Amerika serta KontraS mendukung separatis Papua. DukunganaAsing begitu kuat sehingga tak lama lagi Papua akan Merdeka karena itu kami pun protes kepada Inggris dalam bentuk aksi pada bulan lalu.” kata Martin.
Dia juga mengatakan pihak assing dan KontraS jangan merongrong NKRI. Selain itu juga, ia menegaskan bahwa NKRI harga mati di Papua dan disambut oleh massa aksi dengan menjawab “Yes”.
Dalam aksi tersebut, massa aksi membawa 1 buah spanduk yang berisi 6 tuntutan dan 1 buah panflet yang bertuliskan KontraS No, NKRI Yes !
Perwakilan aksi diterima oleh Kordinator KontraS Hariz Azar dan Usman Hamid pada pukul 12,10. WIb di depan kantor KontraS. Dan perwakilan massa aksi Martin Fernandes langsung membacakan pernyataan sikap mereka, Isi pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:
- Meminta dan menolak segala aktivitas LSM KontraS untuk tidak mendukung tindakan-tindaan separatis di dalam Negara dalam bentuk apapun
- Memintah kepada Aparat Keamanan sebagai penegak hukum untuk menyelidiki semua indikasi dan menangkap apabila terbukti keterlibatan aktivis KontraS dalam kegiatan-kegiatan mendukung separatis
- Meminta kepada pengurus KontraS untuk mengevaluasi diri terhadap hal-hal yang cenderung merongrong kedaulatan NKRI
- Meminta kepada Pemerintah Pusat untuk menutup kantor KontraS di Jakarta yang cenderung tidak membela NKRI tetapi terindikasi bembela kepentingan asing dalam wujud separatis atas nama HAM
- Meminta Pemerintah Pusat harus tegas dan tidak tunduk kepada tekanan-tekanan LSM semacam KontraS demi tegaknya NKRI
- Meminta Pemerintah Pusat untuk tegas terhadap semua tindakan separatism karena sangat merugikan kepentingan bangsa.
Merespon tuntutan itu, Kondinator KontraS Haris Azar dan Badan Pekerja KontraS Usman Hamid mengatakan bahwa KontraS menghargai aspirasi itu. Kami bekerja untuk menjungjung tinggi martabat manusia dan menegakkan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi, sebagaimana terdapat dalam UUD 1945 dan Pancasila. “Kami menolak kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok separatis maupun Aparat Keamanan di Papua” dan tidak mendukung gerakan separatis serta berjuang penghormatan terhadap martabat manusia dan terciptanya kedamaian di Papua,” kata Haris.
Massa Aksi yang bergerak dari Tugu Proklamasi itu tiba di Kantor KontraS sekitar pukul 11.00. WIB dan berakhir pada pukul 13.30 WIB. Massa aksi membubarkan dengan tertib.
Untuk mengawasi jalannya aksi tersebut, aparat kepolisian dari Polres Pusat Metro Jaya menggerakan sekitar 50 an anggota. Mereka sejak pagi pukul delapan menjaga kantor KontraS sampai berakhirnya aksi tersebut.
Elias Petege,
Staf Riset dan Dokumentasi National Papua Solidarity (NAPAS)
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.