Indonesia Kebenaran
Secara eksistensial Pancasila dibuang sayang digenggam melayang, adalah refleksi suasana batin anak dan komponen bangsa.
Editor:
Hasanudin Aco
Oleh: Dody Susanto
Direktur Klinik Pancasila
TRIBUNNEWS.COM - Tan Hana Dharma Manrva atau kebenaran tidak pernah mendua adalah proposisi pengingat komponen bangsa untuk melihat dengan jernih obyek dan masalah bangsa agar terhindar dari penarikan kesimpulan yang keliru dan tergesa-gesa.
Semua kehadiran dan setumpuk problematika yang menyelimuti agenda bangsa menuntaskan janji janji kemerdekaan adalah sebermula hilangnya kompas penuntun keberadaan jiwa dan amal bangsa yaitu Pancasila.
Secara eksistensial Pancasila dibuang sayang digenggam melayang, adalah refleksi suasana batin anak dan komponen bangsa.
Kecamuk antara doktrinasi dan demokrasi, rivalitas antara personifikasi dan partisipasi , pergulatan antara simbolisasi dan aktualisasi ikut mementahkan energi positif bangsa menjadi sumber daya yang digdaya mengahantarkan pelajuan cita cita bangsa. Tidak terlalu banyak waktu yang tersedia untuk bertengkar kata sesama anak bangsa, dibutuhkan secawan Alat Integrasi Rasional atau AIR anak bangsa berupa Sikap Elemen Memajukan Bangsa Akur Kompak Optimis atau SEMBAKO.
Sikap dasar ini layak dianjungkan untuk merehabilitasi ketidakbugaran Fisik Mental Ideologi Agama atau defisit indeks FITALOGIMA anak bangsa.
Menghadirkan FITALOGIMA mania dalam aras perbuatan bangsa selain relevan dengan pesan legenda Bangunlah Jiwa di lagu Indonesia Raya juga mendesak dihadirkan karena kecenderuangan globalisasi telah mengancam kelumpuhan otentisitas bangsa dalam berbagai sektor.
Perusakan mental yang berkategori masif dan tidak pernah berhenti yang bergenre Narkoba Obatterlarang Nikotin SARA Terorisme Onar Pornografi atau NONSTOP sangat berpeluang mengancam potensi bangsa melajukan perahu kemerdekaan.
Kesungguhan untuk merevitalisasi narasi altruism berupa perasaan senasib sepenanggungan sebagai modal perbawa bangsa adalah landas tumpu pikir hati kaki semua anak negeri untuk berbenah demi indonesia KEBENARAN atau Indonesia Kuat Elemen Bangsa Etos Nasionalisme Agamis Rukun Akur Nyata.
Perjuangan untuk mensukseskan Indonesia KEBENARAN sangat membutuhkan Gerakan Amal Pancasila Untuk Republik Anakbangsa atau GAPURA. Perancangan GAPURA ini sangat mendesak mengingat dominannya perilaku Sebagian Elemen Merusak Bangsa Ragam Opini Nir Obyektifitas atau SEMBRONO, sehingga merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Jika budaya saling merendahkan sesama anak bangsa tanpa landas tumpu kebenaran dipertajam sangat berpeluang melenyapkan kohesifitas bangsa sebagai sosial kapital yang berharga. Sangat berpengharapan kita tumbuhkan kembali wajah wajah anak negeri yang tidak melihat politik dan kekuasaan sebagai mata tembak untuk menegasikan kehormatan sesama komponen bangsa dengan rasukan opini asumsi dan narasi karena otoritas diri yang merasa lebih dari yang lainnya, karena saling berbagi tugas menata negeri adalah kehormatan tanpa mahkota.
Selamat membangun negeri pemimpin kami, teruslah membagi Sentuhan Empati Membangun Bangsa Aneka Kesulitan Olahan pangan atau SEMBAKO karena tidak melanggar konstitusi karena pemimpin harus hadir dengan sejuta mimpi, selaksa asa dan beragam aksi multidimensi.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.