Tribunners

Blog Tribunners

Sudah Waktunya Praktisi Jujitsu Indonesia Bersatu

Seluruh organisasi tentunya sedang berlomba-lomba untuk menghasilkan atlet Jujitsu terbaik untuk masing-masing perkumpulannya.

Penulis: Tribun Sports
Editor: Samuel Febrianto
zoom-in Sudah Waktunya Praktisi Jujitsu Indonesia Bersatu
dokumentasi Pribadi - Sandro Team

TRIBUNNERS - Saat ini, mungkin masyarakat beladiri di Indonesia sedang ramai membicarakan salah satu cabang beladiri asal Jepang, yakni Jujitsu. Mengapa? Karena setelah sekian lama, cabang beladiri Jujitsu akhirnya berpeluang besar untuk dipertandingkan di salah satu ajang pesta olahraga terbesar, Asian Games.

Banyak yang belum mengetahui bahwa beladiri Jujitsu merupakan cikal bakal banyak beladiri Jepang yang dikenal sekarang seperti, Judo, Aikido dan bahkan SAMBO.

Sebagai salah satu seni yang sangat mematikan, tidak heran apabila Jujitsu memiliki keterlambatan dalam hal sosialisasi ke lembaga olahraga dunia, semacam International Olympic Committee (IOC).

Seperti yang dituturkan oleh Subhan Prasandra sebagai salah satu praktisi Judo di Indonesia. Beladiri Jujitsu memiliki prospek yang sangat baik bilamana beladiri ini dapat melebur sebagai salah satu cabang olahraga Olympic sport.

Dimana, rangkaian teknik yang dianggap keras atau berbahaya dapat lebih diperhalus dalam pola pelatihannya. Impian para praktisi Jujitsu tersebut, akhirnya tercapai setelah Olympic Council of Asia (OCA), mendukung dipertandingkannya Sport Jujitsu di Asian Games 2018, Jakarta.

Ditemui di sela-sela kesibukannya saat membantu persiapan TC Team Nasional PB Jujitsu Seluruh Indonesia di kawasan BSD, Tangerang, Subhan Prasandra sebagai salah satu praktisi Judo di perkumpulan SANDRO ACADEMY mengatakan bahwa saat ini ia bersama rekannya, Michael Sahertian selaku Sekretaris Umum PB Jujitsu Seluruh Indonesia (PBJSI)Sedang berupaya untuk mensosialisasikan cabang Sport Jujitsu ke berbagai organisasi Jujitsu yang ada di tanah air, Seperti; Brazilian Jujitsu dan beberapa aliran trasisional Jujitsu.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini, organisasi Jujitsu di Indonesia masih terkotak-kotak. Dalam arti, masing-masing aliran atau perkumpulan Jujitsu masih bertahan kepada aliran dan organisasi internationalnya masing-masing.

Bahkan, ada beberapa aliran Jujitsu yang masih tidak mau mengakui lembaga PB Jujitsu seluruh Indonesia (PBJSI), sebagai satu-satunya lembaga atau organisasi Jujitsu yang diakui resmi oleh pemerintah Indonesia.

Baik Subhan Prasandra dan Michael Sahertian, tidak pernah mengambil pusing hal tersebut. Karena mereka berdua mengakui bahwa sebagai organisasi dan cabang baru, Sport Jujitsu mungkin membutuhkan proses sosialisasi yang lebih lama.

Subhan juga menambahkan, bahwa sebenarnya saat ini adalah momen yang sangat baik bagi seluruh perkumpulan Jujitsu yang ada di Indonesia untuk bersatu dan membawa harum nama Indonesia di tingkat dunia.

Subhan menuturkan, bahwa secara pribadi ia banyak melihat talenta-talenta atlet Jujitsu yang mungkin bisa diarahkan ke jenjang prestasi yang lebih tinggi dan lebih baik dari sisi pembinaan.

Ia menyebutkan, bahwa atlet tardisional Jujitsu dan BJJ seperti Tzu Noto, Fransisno Tirta, Rayhan Algadri, Rum Zi, dan Vincent Madjid mungkin berkesempatan untuk menorehkan prestasi dan memaksimalkan potensinya di ajang internasional sekelas Asian Games.

Kuncinya Cuma satu pungkas Subhan, kesampingkan dulu ego masing-masing perkumpulan untuk satu satu hal yang mungkin tidak akan terlupakan, berkibarnya Merah Putih di pentas olahraga dunia.

Baik Subhan Prasandra ataupun Michael Sahertian, keduanya sangat menyadari bahwa di Indonesia saat ini, berbagai perkumpulan Jujitsu di Tanah Air sedang menjamur dan dalam posisi puncak.

Halaman
12
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas