Anggaran Naik Kementan Gagal Tekan Impor Pangan
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin memberikan catatan khusus terkait kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2015.
Ditulis oleh : Humas Fraksi PKS
TRIBUNNERS - Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin memberikan catatan khusus terkait kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2015.
Menurutnya, naiknya anggaran Kementan di 2015 tidak sebanding dengan kinerja untuk menekan impor pangan, khususnya pada tiga komoditas, yaitu padi, jagung, dan kedelai.
Dampaknya, Indonesia gagal untuk mencapai target swasembada pangan pada tiga jenis komoditas tersebut.
"Padahal, anggaran kementerian pertanian naik lebih dua kali lipat dari tahun 2014. Yang sebelumnya hanya 15,47 triliun Rupiah di 2014, naik menjadi 32 triliun Rupiah di 2015. Kami sangat menyayangkan hal ini," ujar Andi Akmal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kami (21/1/2016).
Andi Akmal mencontohkan untuk komoditas impor jagung, pada tahun 2015 telah terjadi kenaikan sebesar 0,147 juta ton selama satu semester.
Padahal, di sisi lain Kementan memberlakukan aturan untuk memperketat impor jagung.
"Ini bukti bahwa masih terjadi disharmoni antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Perdagangan sebagai penjaga regulasi impor," ujar Legislator PKS dari dapil Sulawesi Selatan II ini.
Diketahui, telah terjadi kenaikan 5 kali lipat dari importasi beras, jagung dan kedelai di tahun 2015 jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun 2014, impor tiga komoditas pangan utama ini sebesar 300 ribu ton. Namun, pada tahun 2015 impor tiga komoditas pangan utama ini naik signifikan menjadi 1,5 juta ton.
"Pekerjaan kita semua ternyata masih panjang untuk menuju swasembada pangan," tutur Andi Akmal Pasluddin.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan