Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Komisi III Minta Hukum Mati juga Oknum Lapas yang Bermain

Kian maraknya peredaran narkoba dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) menjadi perhatian khusus dari Taufiqulhadi, anggota Komisi III DPR RI dari Fraks

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Komisi III Minta Hukum Mati juga Oknum Lapas yang Bermain
Istimewa
Taufiqulhadi, Anggota Komisi III DPR RI 

Ditulis oleh : Fraksi Nasdem

TRIBUNNERS - Korupsi, terorisme dan narkoba adalah pekerjaan rumah yang dihadapi oleh Pemerintah saat ini.

Ketiga masalah itu menjadi sorotan khusus dalam pembahasan Komisi III pada saat rapat kerja dengan Kementerian Hukum dan HAM di ruang Komisi III DPR RI, Senin (11/4/2016).

Kian maraknya peredaran narkoba dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) menjadi perhatian khusus dari Taufiqulhadi, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem.

Di hadapan Menkumham Yassona Laoly, Taufiqulhadi mengamini bahwa Indonesia saat ini dalam status darurat Narkoba.

Taufiq mengingatkan Menteri Yasonna bahwa hukuman bagi pengedar narkoba adalah hukuman mati. Oleh karena itu, mengapa tidak hukuman itu juga diberikan kepada para oknum dari lapas.

"Kalau memang ada oknum lapas, sekalipun itu Kalapas yang terlibat maka perlu juga diberi sanksi," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Taufiq menilai saat ini para napi kasus narkoba itu malah menganggap lapas itu sebagai tempat yang aman untuk melakukan praktek haram narkoba. Termasuk di dalamnya mengembangkan jaringan narkoba mereka.

Politisi NasDem ini mensinyalir, rasa aman yang didapati oleh pengedar tidak terlepas dari peran oknum internal petugas lapas itu sendiri.

"Pak Menteri harus memberi perhatian serius status darurat narkoba ini," kata Taufiq.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas