Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Lahan Bisnis Daya Tarik Perempuan

Hari Kartini merupakan hari dimana para perempuan patut berkontemplasi mengenang perjuangan Kartini tentu sekaligus merenungkan peran perempuan dimas

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ditulis oleh : Siti Mahfudzoh, Kader Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Ushuluddin dan Filsafat Cabang Ciputat

TRIBUNNERS - Hari Kartini merupakan hari dimana para perempuan patut berkontemplasi mengenang  perjuangan Kartini tentu sekaligus merenungkan peran perempuan dimasa era modern ini.

Dalam momentum ini sangat patut untuk direnungkan, terutama bagi perempuan.Bagaimana perempuan berperan dalam segala bidang.

Baik ekonomi, politik, hukum, keamanan, dan pertahanan.

Kartini membuktikan bahwa perempuan harus berperan dalam bidang-bidang tersebut.

Bagaimana menjadi perempuan terampil, bagaimana menjadi perempuan yang mandiri, dan entitas kodrati hanya berada pada persoalan rumah tangga.

Hari Kartini ini telah ditetapkan sejak tanggal 4 Mei 1964 oleh presiden Soekarno. Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan melalui sekolah Kartini dan penulis buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Rekomendasi Untuk Anda

Masih banyak ketimpangan-ketimpngan yang sangat jauh dari kebebasan dan kemerdekaan perempuan, seperti tradisi “mencoba” sebelum dinikahi, dan masih banyak lagi.

Lagi-lagi ini adalah refleksi  hari Kartini. Momentum ini sangat menjadi ajang yang tepat untuk  memikirkan dan menindak apa yang seharusnya perempuan lakukan.

Bagaimana prioritas budaya dan peran perempuan, bagaimana nilai-nilai keperempuanan menjadi dasar bagi perannya di masa era modern ini. 

Selain itu, dalam bidang politik, peran perempuan dalam dunia pemerintahan “juga” masih mendiskreditkan perempuan, misalnya hanya 30% perempuan yang boleh menduduki kursi-kursi DPR. 

Lagi-lagi ini menjadi refleksi bersama tidak hanya untuk perempuan tetapi juga laki-laki. Dalam bidang ekonomi, perempuan hanya menjadi “lahan bisnis” yang menguntungkan dalam sektor penjualan produk-produk tertentu.

Terutama iklan yang dimuat dalam televisi baik perusahaan lokal maupun asing yang banyak sekali menggambarkan perempuan.

Memang, daya tarik perempuan banyak menguntungkan, tetapi  Lagi-lagi ini menjadi bahan refleksi kita sebagai manusia yang memanusiakan manusia.

Lagi-lagi ini menjadi cambukkan bagi kita semua baik laki-laki maupun perempuan.

Refleksi-refleksi yang seharusnya menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya, direnungkan, dipikirkan secara mendalam, lalu di realisasikan kedalam bentuk nyata. Maka akan timbul habis gelap terbitlah terang. Inilah cita-cita Kartini sesungguhnya.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas