Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Rencana Pembongkaran Makam Korban Kasus 1965 Menuai Dukungan

Rencana pembongkaran kuburan massal Tragedi 1965 yang diwacanakan Presiden, Joko Widodo, dan Menkopolkam, Luhut Panjaitan, merupakan langkah cerdas ya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Rencana Pembongkaran Makam Korban Kasus 1965 Menuai Dukungan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan membuka Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965, di Jakarta, Senin (18/4/2016). Simposium yang digelar oleh pemerintah dan Komnas HAM ini bertujuan merekonsiliasi kasus pelanggaran HAM di masa lalu. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Ditulis oleh :Arief Poyuono, Serikat Pekerja BUMN Bersatu

TRIBUNNERS - Rencana pembongkaran kuburan massal tragedi 1965 yang diwacanakan Presiden, Joko Widodo, dan Menkopolkam, Luhut Panjaitan, merupakan langkah cerdas yang akan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban Tragedi 1965 PKI.

Keluarga korban selama ini dikucilkan oleh masyrakat akibat stigma negatif terhadap PKI yang dibangun oleh Orde Baru.

Rencana tersebut sangat didukung oleh masyarakat Indonesia, guna mencari fakta dan kebenaran di balik tragedi 1965 dimana telah menelan jutaan nyawa dalam pembunuhan masal oleh rezim militerisme Orde Baru.

Diharapkan langkah tersebut sebagai pembuka penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM berat lainnya, seperti tragedi Tanjung Priuk 1986, kasus Talang Sari, dan yang lainnya, dengan semangat rekonsiliasi nasional yang damai.

Sehingga pada masa yang akan datang tidak lagi terjadi kasus pelanggaran HAM lainnya. 

Rekomendasi Untuk Anda

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas