Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

Panglima TNI: Setiap Manusia Indonesia Mengalir Gen Ksatria

Bangsa ini adalah bangsa patriot dan satria, setiap manusia Indonesia mengalir gen ksatria, dari Sabang sampai Merauke semua suku mempunyai senjata d

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Panglima TNI: Setiap Manusia Indonesia Mengalir Gen Ksatria
Istimewa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat melakukan ziarah ke makam Bung Karno dalam rangka HUT TNI ke-71 di Blitar, Jawa Timur, Selasa (27/9/2016). 
Memuat video…

Ditulis oleh : Ahmad Rohanda, Puspen TNI

TRIBUNNERS - "Bangsa ini adalah bangsa patriot dan satria, setiap manusia Indonesia mengalir gen ksatria, dari Sabang sampai Merauke semua suku mempunyai senjata  dan bangsa inilah yang bisa mengusir penjajah dengan darah perjuangan sendiri."

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat melakukan ziarah ke makam Bung Karno dalam rangka HUT TNI ke-71 di Blitar, Jawa Timur, Selasa (27/9/2016).

Panglima TNI menjelaskan bahwa, ziarah ini merupakan wujud penghormatan kepada Panglima tertinggi, karena secara Undang-Undang (UU), Presiden Republik Indonesia adalah penguasa terhadap Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

"TNI beserta angkatan telah mengadakan rapat staf, memutuskan bahwa perlu adanya ziarah rombongan kepada mantan-mantan Panglima tertinggi atau Presiden, yaitu kepada makam Bung Karno, Gusdur, pak Soeharto dan Panglima pertama Jenderal Sudirman,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa, pendahulu kita hanya menghantarkan kedepan pintu gerbang, namun yang masuk dan mengisi pembangunan adalah generasi muda dengan perjuangan yang masih panjang, sehingga sejarah harus benar-benar dipahami dan jangan dilupakan serta selalu waspada.

"Ini yang perlu generasi muda TNI ikuti langkah-langkahnya, karena Bung Karno mengatakan bahwa perjuangan saya tidak begitu sulit karena hanya mengusir penjajah, tapi perjuanganmu nanti lebih sulit karena akan melawan bangsamu sendiri," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa, Indonesia merupakan negara besar yang telah meninggalkan pesan postif melalui sejarah pendahulunya dalam menghadapi potensi ancaman, gangguan dan hambatan serta memelihara kemerdekaan.

"Generasi muda adalah generasi harapan bangsa, harus benar-benar berjuang berdasarkan budaya kita, dengan melihat contoh yang telah ditunjukankan pendahulu kita," ucapnya.

Sejarah bangsa akan dianggap penting dan menginspirasi manakala dipandang sebagai suatu tauladan, sehingga selalu diperlukan pemikiran positif dalam menyikapinya untuk meraih nilai manfaat.

"Agar generasi muda tidak lupa sejarah, bisa mencontoh bagaimana bentuk perjuangan, gelora, semangat pantang menyerah, berjuang dengan tulus ikhlas dan berani sehingga bangsa ini bisa merdeka," katanya.

Panglima TNI mengatakan bahwa tradisi baru ini diharapkan dapat dilakukan setiap tahunnya bukan hanya saat dirinya menjabat sebagai Panglima TNI, namun dapat diikuti Panglima-Panglima mendatang dengan melakukan hal yang sama untuk melestarikan hal positif ini.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas