Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribunners
Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Tribunners / Citizen Journalism

Setelah Mendengar Penyuluhan Satgas, Warga Inisiatif Serahkan Senpi Ilegal

Kegiatan pembinaan teritorial (binter) Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad yang dilaksanakan di daerah penugasan Papua kembali membuahkan hasil.

zoom-in Setelah Mendengar Penyuluhan Satgas, Warga Inisiatif Serahkan Senpi Ilegal
ISTIMEWA
Kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad yang dilaksanakan di daerah penugasan Papua kembali membuahkan hasil. Kali ini Pos Koya Koso yang terletak di Kampung Koya Koso, Distrik Abepura, Jayapura menerima satu pucuk senjata api rakitan laras panjang dari seorang warga berinisial JJ (42 tahun). Kamis (28/6/18). 

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Kegiatan pembinaan teritorial (binter) Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad yang dilaksanakan di daerah penugasan Papua kembali membuahkan hasil.

Kali ini Pos Koya Koso yang terletak di Kampung Koya Koso, Distrik Abepura, Jayapura menerima satu pucuk senjata api rakitan laras panjang dari seorang warga berinisial JJ (42 tahun). Kamis (28/6/2018).

Dansatgas Yonif Para Raider 501 Kostrad menjelaskan bahwa, JJ menyerahkan senjata tersebut dengan ikhlas kepada pihak Satgas 501 Kostrad karena dirinya merasa tersentuh dengan kebaikan hati dari personel Satgas yang sering melakukan pengobatan keliling di kampungnya.

Baca: Basarnas Masih Cari Cara Angkat Bangkai KM Sinar Bangun

Penyerahan senjata api rakitan milik JJ bermula dari kegiatan anjangsana personel Pos Koya Koso ke kediaman milik JJ. Kedatangan personel Satgas ke kediaman JJ bersama dengan tim kesehatan dari Pos Koya Koso.

Setelah JJ memeriksakan kesehatan keluarganya, terjadi obrolan singkat antara JJ dengan personel Satgas. Personel Pos Koya Koso menjelaskan bahwa menyimpan dan membawa senjata api ilegal merupakan tindakan melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana bagi yang melanggarnya.

Mendengar penjelasan personel Satgas tadi, JJ akhirnya sadar dan mengerti bahwa tindakannya menyimpan senjata api selama ini adalah telah melanggar hukum.

Hingga akhirnya JJ mengajak personel Satgas pergi ke kebun miliknya, lalu mengambil senjata api yang telah disimpan dan menyerahkannya dengan sukarela kepada pihak Satgas 501 Kostrad.

Baca: Masih Punya Alasan Pakai Kantong Plastik Sekali Pakai?

Berita Rekomendasi

JJ juga berterima kasih kepada Satgas karena telah memberitahu kepada dirinya bahwa membawa dan menyimpan senjata api ilegal adalah suatu perbuatan melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana.

Karena berdasarkan Undang-Undang Darurat No12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal, dijelaskan bahwa barang siapa yang menyalahgunakan senjata api dapat dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi tingginya dua puluh tahun.

Satgas 501 Kostrad berharap warga Papua, khususnya warga yang berada di wilayah perbatasan bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh JJ.

Hingga berita ini di rilis, senjata api rakitan tersebut saat ini masih berada di Pos Komando Taktis (Kotis) untuk diamankan dan akan diserahkan ke Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 171/PWY.

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas