Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Jokowi Prabowo dan Anies Ibarat Telunjuk Kelingking dan Jempol di Permainan Suit

Masih ingat permainan suit (shuwit)? Permainan masa kita kanak-kanak untuk menentukan siapa yang dapat giliran.

Jokowi Prabowo dan Anies Ibarat Telunjuk Kelingking dan Jempol di Permainan Suit
Kolase/TribunWow
Jokowi Prabowo 

Ditulis oleh Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masih ingat permainan suit (shuwit)? Permainan masa kita kanak-kanak untuk menentukan siapa yang dapat giliran.

Permainan yang hanya melibatkan tiga jari, yaitu jempol, telunjuk dan kelingking. Ini permainan berusia tua, yang konon cukup populer di kalangan para saudagar tanah pada masa Dinasti Han di Tiongkok.

Mengambil analogi permainan suit, tiga tokoh politik kita yaitu Jokowi, Prabowo dan Anies ibarat jari telunjuk, kelingking dan jempol.

Baca: Besok KPK Periksa Saksi-saksi yang Dicekal ke Luar Negeri, Salah Satunya Steffy Burase

Jokowi ibarat jari telunjuk. Ia penguasa. Dengan telunjuknya bisa perintahkan siapa saja, bisa akses apa saja, dan bisa "berbuat" apa maunya.

Bahkan jika mau, bisa tekan, sandera dan jadikan tersangka siapa saja. Ini menyangkut pilihan dan peluang sebagai penguasa. Soal ada kemauan atau tidak, bergantung mental penguasa itu sendiri. Dimana pun penguasa punya peluang itu.

Prabowo, ibarat jari kelingking, Cukup merepotkan. Jadi kerikil tajam. Mengganggu kenyamanan penguasa.

Tapi, tetap kecil, karena tak punya kuasa. Meski pemimpin partai besar yaitu Gerindra, dengan 73 kursi, tetap saja mudah ditekan dan dikalahkan oleh penguasa. Cukup tunjukkan jari telunjuk, kelingking kalah dalam permainan suit.

Selama lima tahun, kekuatan koalisi Prabowo habis. PAN, PPP dan Golkar dipreteli dari Koalisi Merah Putih (KMP) besutan Prabowo. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) makin hebat. Setelah itu, KMP dan KIH bubar, seolah tak berbekas. Penguasa berhasil.menghilangkan jejak dikotomis. Mengebiri peran oposisi. Langkah ini terbukti taktis dan efektif.

Tersisa PKS yang setia jadi sekutu Prabowo. PKS pun ikut dihajar. Partai Wahabi, partai radikal, terkontaminasi teroris, anti Pancasila, sumber gaduh nasional dan stigma-stigma rekayasa lainnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas