Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Empat Sukses dari Asian Games dan Asian Para Games, Indonesia Semakin Siap Pentaskan Olimpiade 2032

BELASAN jam yang baru lalu kita baru saja menyaksikan prosesi penutupan dari Asian Para Games III-2018 yang dilangsungkan di Stadion Madya, Komplek Ge

Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Empat Sukses dari Asian Games dan Asian Para Games, Indonesia Semakin Siap Pentaskan Olimpiade 2032
Alex Suban/Alex Suban
Presiden Joko Widodo berfoto bersama Atlet Asian Para Games 2018 seusai memberikan buku tabungan berisi bonus di Istana Bogor, Kota Bogor, Sabtu (13/10/2018). Para atlet menerima bonus atas perolehan prestasi berupa antara lain untuk perorangan, peraih emas bonus Rp 1,5 miliar, peraih perak Rp 500 juta, dan perunggu Rp 250 juta serta kategori lain yang nilainya sama dengan perolehan bonus atlet Asian Games 2018. (Warta Kota/Alex Suban) 

Oleh: Steven Setiabudi Musa

BELASAN jam yang baru lalu kita baru saja menyaksikan prosesi penutupan dari Asian Para Games III-2018 yang dilangsungkan di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan.

Cuaca Sabtu malam yang cerah menambah keindahan suasana dalam berbagi momen yang mengundang empati dan kebersamaan itu.

Kesemarakan dan kesyahduan rangkaian upacara penutupan Asian Para Games 2018 secara substansial tidak kalah dibanding kemegahan dan kemewahan closing ceremony dari Asian Games XVII-2018 pada 2 September sebelumnya.

Prosesi penutupan Asian Games digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang berkapasitas hampir 80.000 penonton, sementara closing ceremony Asian Para Games dihelat di Stadion Madya yang selama ini dikenal sebagai "kawah candradimuka" para atlet atletik dengan kapasitas sekitar seperlimanya.

Kendati demikian, berbagai momen yang terkandung dan terpancar dari prosesi penutupan Asian Para Games tidak kalah mengesankannya dari Asian Games.

Prosesi penutupan Asian Para Games 2018 sungguh-sungguh mencerminkan intisari dari tagline pesta olahraga terbesar saudara-saudara kita dari penyandang difabilitas se Benua Asia, yakni "The Spirit Inspiring Energy of Asia".

Semangat pantang menyerah dan daya juang luar biasa dari saudara-saudara kita penyandang difabilitas sangat luar biasa dan memang menumbuhkan inspirasi.

Seluruh kontestan dari 43 negara menunjukkan penampilannya yang penuh semangat, tak kenal menyerah dan benar-benar menginspirasi pada sebanyak 18 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Selama tujuh hari Asian Para Games dilangsungkan, sejak 6 hingga 13 Oktober kemarin, mereka berkompetisi selayaknya para pejuang olahraga yang mempertaruhkan nama baik bangsa dan negaranya masing-masing. Mereka juga secara eksplisit memberi kesan tidak ingin dikasihani.

Mereka menyelesaikan kompetisinya hingga titik terakhir. Menang atau kalah, juara atau tidak, memperoleh medali atau luput, bukan lagi tujuan utama. Mereka memungkasi pertandingan dan menyesaikan apa yang dimulai dengan sempurna secara optimal, dan itu tetap membanggakan.

FENOMENAL

Itu juga yang diperlihatkan para atlet difabilitas Indonesia. Selama tujuh hari kompetisi David Jacobs dan kawan-kawan memperlihatkan semangat juangnya yang menginspirasi. Mereka menyuguhkan penampilan terbaiknya, dan jelas tidak ingin kalah dari rekan -rekannya yang sudah lebih dahulu memperjuangkan keharuman ibu pertiwi melalui Asian Games XVIII-2018.

Menempati peringkat kelima dari 43 negara peserta adalah kejutan membanggakan dan membahagiakan dari penampilan "out of the box" mereka. Raihan 37 medali emas, 47 perak dan 51 perunggu dalam klasemen akhir peraihan medali adalah catatan prestasi yang fenomenal yang bahkan melampaui ekspektasi dari siapapun.

Halaman
1234
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas