Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Tanoto Foundation, Kemristekdikti, dan Kemenag Latih 252 Dosen Kembangkan Calon Guru Berbudaya Baca

Pelatihan ini memfasilitasi para dosen mengembangkan beragam kegiatan budaya baca dan menerapkan perkuliahan yang menekankan pada kegiatan praktik.

Tanoto Foundation, Kemristekdikti, dan Kemenag Latih 252 Dosen Kembangkan Calon Guru Berbudaya Baca
Istimewa
Para mahasiswa PGSD Universitas Jambi saat kegiatan membaca bahan perkuliahan selama 15 menit. 

TRIBUNNERS - Tanoto Foundation melalui Program PINTAR bekerja sama dengan Kemristekdikti, Kemenag, dan 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), melatih 252 dosen pedagogi untuk menyiapkan calon guru yang berbudaya baca.

Pelatihan yang berlangsung dari Januari - Maret 2019 ini, memfasilitasi para dosen mengembangkan beragam kegiatan budaya baca dan menerapkan perkuliahan yang menekankan pada kegiatan praktik.

Dalam pelatihan budaya baca tersebut, para dosen diajak mempraktikkan kegiatan membaca buku bacaan selama 15 menit, membacakan cerita untuk siswa kelas awal, mengembangkan sudut baca di kelas, dan mengembangkan ide-ide untuk membantu budaya baca terwujud di sekolah dan madrasah dampingan LPTK.

Dr. Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa, Kemristekdikti menyebut pelatihan budaya baca untuk dosen ini sangat tepat untuk menumbuhkan kebiasaan mahasiswa calon guru senang membaca. Apalagi kegiatan budaya membaca ini juga sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah.

Baca: Inilah Ciri-ciri Perempuan Cerdas yang Jadi Penentu Nasib Bangsa

Menurutnya, LPTK perlu menyiapkan calon guru yang sudah berbudaya membaca. Guru yang cinta baca akan menjadi guru yang dapat mengakses jendela dunia IPTEKS. Guru cinta baca akan mempunyai pola pikir dan pola tindak yang komunikatif, kolaboratif, punya kompetensi critical thinking dan creative thinking.

“Jadi saya sangat mendukung kegiatan membaca buku bacaan setiap hari di kampus. Mahasiswa calon guru akan merasakan manfaat dari membaca dan bisa ditularkan pada siswanya kelak,” tukasnya di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Baca: Cerita Ole Gunnar Solaskjaer Hampir jadi Pegulat Sebelum Sukses di Dunia Sepak Bola

Sementara Prof. Dr. Arskal Salim, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag, menyampaikan pentingnya seorang dosen dan guru agar mampu mendorong siswa senang membaca. Kemampuan membaca akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam merespons berbagai hal di lingkungannya.

“Saya sangat setuju dengan pendekatan Program Pintar Tanoto Foundation yang melatih dosen, guru, dan kepala sekolah khususnya untuk mengembangkan budaya baca. Karena, budaya baca adalah cara paling efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Siswa yang senang membaca akan lebih siap untuk belajar,” katanya.

Selain melatih para dosen, menurut Stuart Weston, Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, para kepala sekolah dan guru-guru di 90 sekolah dan madrasah mitra LPTK juga dilatih praktik baik dalam pembelajaran, manajemen berbasis sekolah dan budaya baca. Sekolah dan madrasah mitra LPTK tersebut dipersiapkan untuk menjadi tempat praktik mengajar yang baik bagi mahasiswa calon guru.

“Bila mahasiswa praktik mengajar di sekolah yang baik, harapannya mereka bisa memiliki pengalaman mengajar yang baik. Ketika mereka menjadi guru maka sudah terbiasa untuk mengembangkan pembelajaran aktif dan budaya baca,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas