Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Tanoto Foundation, Kemristekdikti, dan Kemenag Latih 252 Dosen Kembangkan Calon Guru Berbudaya Baca

Pelatihan ini memfasilitasi para dosen mengembangkan beragam kegiatan budaya baca dan menerapkan perkuliahan yang menekankan pada kegiatan praktik.

Tanoto Foundation, Kemristekdikti, dan Kemenag Latih 252 Dosen Kembangkan Calon Guru Berbudaya Baca
Istimewa
Para mahasiswa PGSD Universitas Jambi saat kegiatan membaca bahan perkuliahan selama 15 menit. 

Program PINTAR saat ini sudah diimplementasikan di 10 LPTK yang tersebar di 5 provinsi. 10 LPTK tersebut adalah Universitas Mulawarman, IAIN Samarinda (Kalimantan Timur), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), UIN Walisongo (Jawa Tengah), Universitas Jambi, UIN Sultan Thaha Saifuddin (Jambi), Universitas Riau, UIN Sultan Syarif Kasim (Riau), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan UIN Sumatera Utara.

Mahasiswa PGSD Membaca Setiap Hari

Implementasi hasil pelatihan tersebut sudah mulai dirasakan mahasiswa dalam perkuliahan. Seperti yang dilakukan oleh Dr. Yantoro, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Jambi (UNJA).

Sebelum perkuliahan di mulai, dia mengajak mahasiswanya membaca senyap. Mahasiswa membaca buku atau bahan bacaan yang disediakan selama 15 menit. ”Kegiatan ini oleh-oleh dari pelatihan Tanoto Foundation. Saya ingin membiasakan mahasiswa membaca buku atau bahan bacaan perkuliahan,” tukasnya.

Pada kegiatan membaca senyap tersebut, mahasiswa diperbolehkan membaca buku dari gawai pintar yang mereka miliki. Mereka bisa mengunduh buku-buku bacaan tersebut dari elektronik file yang diberikan melalui aplikasi WhatsApp.

“Yang terpenting kegiatan ini bisa membuat mahasiswa terbiasa dan senang membaca. Mereka akan menjadi guru yang mengajak siswanya untuk senang membaca sehingga mahasiswa perlu ditumbuhkan kesenangan membaca buku,” tukas Yantoro yang juga mengaku program membaca ini diterapkan untuk mahasiswa Pascasarjana.

Mahasiswa ternyata merespons positif kegiatan ini. Mereka merasa minat bacanya dibangunkan setelah lama tertidur.

“Kegiatan membaca senyap ini membuat saya menjadi lebih fokus dalam membaca. Saya sudah merasakan dampaknya sehingga kalau saya menjadi guru, saya akan menerapkan membaca senyap ini untuk siswa-siswa saya,” kata Putri Bekti WR, mahasiswa PGSD UNJA.

Membaca minimal 5 Buku

Untuk membiasakan mahasiswa calon guru senang membaca, Arsinah Sadar M.Si, dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Samarinda, Kalimantan Timur, menargetkan mahasiswa minimal membaca 5 buku pada mata kuliahnya di satu semester. Dia berusaha mengintegrasikan mata kuliahnya dengan literasi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas