Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Pertemuan Megawati-Prabowo dan Polemik Format Kabinet

Tetapi, persoalannya bukan disitu saja, sulitnya merealisasikan.kabinet pemerintahan rekonsiliasi tanpa oposisi disebabkan adanya

Pertemuan Megawati-Prabowo dan Polemik Format Kabinet
ISTIMEWA
Direktur Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo

Oleh Direktur Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo

TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA-Pertemuan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri dengan Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto memunculkan berbagai pendapat spekulatif.

Ada yang mengaitkan dengan upaya rekonsiliasi dan format koalisi. Namun hasil yang disampaikan secara eksplisit dari pertemuan kedua tokoh tersebut sekadar cerita-cerita normatif dan gimik politik berupa menu makanan nasi goreng.dan bakwan dalam sajian makan siang.

Baca: Anggota BIN Gadungan Mengaku Berpangkat Irjen Ditangkap, Setiap Korban Dimintai Rp 11,5 Juta

Yang terbaca di permukaan hanya pertemuan silahturahmi kedua tokoh yang sudah bersahabat sejak lama. Namun demikian, ada poin penting dari pertemuan tersebut yang menjadi highlight yaitu komitmen untuk merajut kembali persatuan bangsa karena telah mengalami polarisasi yang memuncak sejak Pilkada DKI Jakarta 2017 hingga Pemilu 2019.

Hasil pertemuan Mega - Prabowo yang disampaikan ke publik secara terbuka hanyalah narasi-narasi besar tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan NKRI ditambah bumbu-bumbu cerita dan pernak pernik dari susana pertemuan.

Baca: Inter Milan Obral Mauro Icardi, Harga Hampir Turun Setengahnya

Dengan demikian,, pertemuan tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan bagi sebagian pihak yang menduga pertemuan tersebut memiliki tendensi politik yang terkait dengan format rekonsiliasi dan konstelasi koalisi di kabinet pemerintahan Jokowi - Kiai Maruf Amin.

Hasil pertemuan Mega - Prabowo belum menjawab secara gamblang tentang berbagai isu politik yang mengemuka tentang format koalisi, tarik menarik kepentingan di internal koalisi, tentang wacana penambahan koalisi dan skema power sharing.

Baca: DPR RI Setuju, Presiden Jokowi Akan Berikan Amnesti Baiq Nuril

Alhasil, pertemuan Mega - Prabowo masih menyisakan teka-teki politik yang membiarkan setiap orang bebas mencari jawaban, termasuk teka-teki apakah Gerindra akan bergabung ke dalam koalisi pemerintahan atau tidak. Hal itu belum terjawab dari hasil pertemuan Mega - Prabowo.

Karena narasi yang keluar dari pertemuan kedua tokoh tersebut adalah narasi komunikasi politik di atas panggung yang lazimnya hanya menyampaikan informasi normatif. Sementara, komunikasi di belakang panggung masih menjadi misteri yang biasanya tidak menjadi konsumsi publik.

Publik hanya bisa menggosip, meramal, memprediksi dan kasak-kusuk mencari informasi dari sejumlah sumber yang dipandang memiliki akses dari hasil pertemuan tersebut.

Baca: DPR RI Berhasil Sahkan 3 Undang-Undang

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas