Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Skizofrenia dan Urgensi Kepekaan Publik

Bagi para penikmat film, pastilah tahu kehadiran film berjudul Joker yang sedang marak ditayangkan di berbagai bioskop tanah air.

Skizofrenia dan Urgensi Kepekaan Publik
bloggers
Skizofrenia 

Dokter dan bidan memiliki keterbatasan tenaga dan waktu dibanding tetangga dan masyarakat sekitar kita. Kepekaan ini tentu saja butuh diasah, dilatih, dan dimunculkan di tengah-tengah masyarakat kita, lebih-lebih di wilayah masyarakat yang individualistis, pragmatis, dan hedonis.

Ingatlah bahwa lingkungan masyarakat kita layaknya satu tubuh. Jika ada yang sakit, efeknya akan mengganggu dan dirasakan oleh kelompok warga lainnya. Kesadaran ini perlu terus-menerus dipupuk intensif melalui aneka macam aktivitas sosial-kemasyarakatan maupun keagamaan.

Paling penting lagi adalah faktor keterlibatan, perhatian, dan kasih sayang keluarga penderita. Ini mutlak menjadi syarat utama cepat pulihnya penderita skizofrenia.

Jika keluarga mendukung dan tidak kenal lelah memberikan atensi tenaga, fisik, moral, spiritual, dan kekuatan mental, maka proses pemulihan akan berlangsung lebih cepat.

Sebab, tidak jarang keluarga penderita yang malah mengucilkan, merasa malu, tertekan, tidak mengakui, bahkan melakukan pembiaran. Ini tidak boleh terjadi.

Skizofrenia bisa dialami siapa saja, apalagi di tengah-tengah tingginya tingkat stress kehidupan masyarakat akibat kesulitan dan himpitan beragam faktor; ekonomi, politik, hukum, sosial, dan seterusnya.

Sudah seharusnya kita sebagai bangsa mulai memperkuat dan merekatkan kembali kohesi sosial sebagai bangsa yang beradab, bermoral, saling tolong menolong, gotong-royong, tepo-seliro, tenggang rasa, bahu-membahu, dan hidup rukun saling menghormati dan membantu. Itulah jati diri kita sebagai bangsa majemuk yang kaya akan keluhuran perilaku dan budi pekerti.

Sebagai bagian dari ikatan keluarga besar bernama bangsa Indonesia, jangan merasa sudah aman karena saat ini semua anggota keluarga kita sehat-sehat saja dan jauh dari penyakit.

Kita hidup di lingkungan besar yang penuh dinamika, gesekan sosial, dan keruwetan yang memungkinkan siapapun terpapar gangguan mental seperti penderita skizofrenia.

Lingkungan yang acuh, individualistik, oportunistik, dan tidak ramah sejatinya adalah bencana bagi kemunculan potensi penderita skizofrenia.

Mari bersama-sama sadar dan peduli terhadap nasib penderita skizofrenia, dampingi mereka dan pastikan di jalur pemulihan yang benar sekalipun sudah keluar dari rawat inap, jangan mengiyakan imajinasi pasien skizofrenia, dan bantulah mereka hidup mandiri.

Selamat Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

*Anggia Ermarini, MKM, Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Anggota DPR RI FPKB Dapil Jatim VI

Anggia Ermarini
Anggia Ermarini, MKM
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas