Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Menanti Menteri Jokowi

Pengumuman menteri kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin akan dilakukan beberapa jam setelah keduanya dilantik MPR-DPR pada hari Minggu, 20 Oktober 2019 besok

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Menanti Menteri Jokowi
Facebook Presiden Joko Widodo
Foto bersama Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan jajaran menteri Kabinet 2014-2019 yang diupload akun Facebook Presiden Joko Widodo sebagai apresiasi dan penghormatan melepas masa purnabakti Jusuf Kalla. 

BEBERAPA hari jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Presiden Joko Widodo menggungah gambar sederhana nan penuh makna di akun instagram officialnya, @Jokowi.

Gambarnya berupa foto kabel dan gagang telepon rumah menjuntai ke bawah. Di bawahnya ada tulisan 'Sabar Sebentar Lagi... "

Tak lupa, Jokowi juga menuliskan pernyataan tak terlalu panjang.

Emotikon  tertawa dibubuhkan saat mengomentari beredarnya bocoran nama-nama calon menteri yang beberapa hari ini beredar di media maupun sosial media.

"Saya telah menerima beberapa versi 'bocoran' nama-nama menteri kabinet untuk pemerintahan periode 2019-2024. Saya sendiri membacanya dengan antusias kalau-kalau itu benar adalah bocoran," tulis Jokowi.

Pesan Jokowi berupa gambar telepon bukan sekadar candaan. Pada penyusunan Kabinet Kerja Jilid 1 (2014-2019), beberapa menteri mengaku baru ditelepon Jokowi atau orang kepercayaannya pada malam hari jelang pelantikan.

Foto bersama Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan jajaran menteri Kabinet 2014-2019 yang diupload akun Facebook Presiden Joko Widodo sebagai apresiasi dan penghormatan melepas masa purnabakti Jusuf Kalla.
Foto bersama Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan jajaran menteri Kabinet 2014-2019 yang diupload akun Facebook Presiden Joko Widodo sebagai apresiasi dan penghormatan melepas masa purnabakti Jusuf Kalla. (Facebook Presiden Joko Widodo)

Beberapa di antaranya mengaku terkaget-kaget. Alih-alih membikin jas baru, berangan-angan menjadi menteri pun tidak ada. Sehingga, saat dilantik menjadi menteri, beberapa menteri terpaksa memakai jas lama.

Rekomendasi Untuk Anda

Pengumuman menteri kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin akan dilakukan beberapa jam setelah keduanya dilantik MPR-DPR pada hari Minggu, 20 Oktober 2019.

Di akun instagram itu pula, Jokowi mengaku sudah rampung menyusun nama-nama calon menterinya.

"Siapa-siapa yang akan membantu saya di pemerintahan nanti? Sabarlah. Indonesia ini tak berkekurangan orang-orang hebat dan mampu memimpin kementerian dan lembaga, dan bersedia untuk mengabdi kepada bangsa ini.

Baca: Lihat Konser, Marsha Aruan Duduk Sebelah Ariel NOAH & Wanita Misterius yang Diperlakukan Mesra

Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, juga TNI dan polisi. Tidak sulit menemukan mereka," tulis Jokowi.

Rasa penasaran siapa saja pembantu Jokowi di Kabinet Kerja jidil II ini begitu menyeruak di masyarakat.

Apalagi, beberapa hari terakhir, Jokowi melakukan pendekatan ke mantan musuh bebuyutannya di Pilpres 2014 dan 2019, yakni Prabowo Subianto.

Keduanya kini terlihat akrab penuh canda. Tak seperti para pendukungnya pada Pilpres lalu. Tak sedikit dari mereka masih bermusuhan gegara pilihan berbeda saat Pilpres lalu.

Partai Gerindra yang didirikan Prabowo disebut-sebut akan diberi jatah dua kursi menteri. Bahkan, nama Prabowo juga dikabarkan akan diplot menjadi salah satu menteri di bagian pertahanan.

Jokowi juga tak ketinggalan merangkul SBY yang pada Pilpres lalu dukungannya mengambang. Sang putra SBY yakni Agus Harimurti Yudhoyono juga digosipkan akan dipercaya menjadi salah satu menteri muda.

Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga tak mendukung Jokowi saat Pilpres, juga dirangkul Jokowi. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga diundang bertemu Jokowi di Istana.

Baca: 5 Tahun Jadi Menteri Kabinet Kerja, Luhut Sering Kesal Jokowi Kerap Direndahkan

Hasilnya, pimpinan partai yang berkeringat mengusung Jokowi-KH Ma'ruf saat Pilpres, tak rela kalau Jokowi bagi-bagi kekuasaan.

Beberapa sindiran dan pernyataan keras dilontarkan pimpinan parpol pengusung, agar Jokowi tak perlu mengajak partai tak berkeringat masuk ke kabinet.

Pada kabinet Kerja Jilid 1, Jokowi-Jusuf Kalla memiliki empat menteri koordinator dan 30 menteri.

Menteri yang berlatar belakang belakang politik berjumlah 15 orang. Sedangkan menteri yang berlatar belakang non politik atau profesional, sebanyak 19 orang.

Dinamika politik dan tarik ulur Prabowo Subianto, Megawati dan Surya Paloh
Dinamika politik dan tarik ulur Prabowo Subianto, Megawati dan Surya Paloh (kolase tribunnews)

Jika Jokowi merangkul musuh-musuhnya masuk kabinet, dikhawatirkan menteri berlatar belakang partai politik menjadi dominan.

Padahal, periode kedua ini seharusnya Jokowi tak perlu lagi memiliki beban politik. Sehingga para pembantunya sebaiknya didominasi kelompok profesional.

Menteri Muda

Janji Jokowi untuk memasukkan menteri muda pun ditunggu-tunggu. Jokowi bahkan berjanji memasukkan menteri berusia 20-25 tahun.

Baca: 10 Jenis Tempe di Indonesia, Ternyata Tidak Terbuat dari Kedelai

"Bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun. Tapi dia harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak. Ini karena saat ini dan ke depan perlu orang-orang dinamis, fleksibel, dan mampu mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat. Energik, dan itu ada di anak-anak muda," kata Jokowi bulan Juli 2019 lalu.

Saat Indonesia baru merdeka, Soekarno berani memercayakan anak muda menjadi menteri. Yakni Wahid Hasyim yang menjadi Menteri Agama yang pertama di Indonesia. Ayah dari alm Gus Dur ini menjadi menteri di usia 31 tahun.

Ayah dari Prabowo Subianto yakni Sumitro Djojohadikusumo juga menjadi menteri berusia muda di era Soekarno. Sumitro menjabat sebagai menteri di usia 33 tahun.

Ada juga Wikana yang berusia 32 tahun ketika dipercaya menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda di Kabinet Sjahrir. Serta Soepeno (32 tahun) yang menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda di Kabinet Hatta.

Di Kabinet Kerja Jilid I, menteri termuda Jokowi yakni Puan Maharani yang tahun 2014 berusia 41 tahun. Puan yang kini menjadi Ketua DPR RI, sebelumnya dipercaya Jokowi menjadi Menko Bidang Pembangunan Manusia.

Ada juga Hanif Dhakiri (42 tahun) yang menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Serta Imam Nahrawi (41 Tahun) yang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.

Baca: Kabar Terbaru Para Kekasih Korban Lion Air JT610, Kini Bangkit dari Duka Lama & Tapaki Bahagia

Sayangnya, menteri muda Jokowi yakni Imam Nahrawi malah terjerat kasus korupsi yakni menerima uang suap.

Pada periode kedua ini, Jokowi harus bisa memilih menteri yang super tepat. Jangan hanya karena butuh kondisi politik yang stabil, maka para menteri didominasi mereka yang berlatar belakang politik.

Jokowi juga harus membuktikan janjinya untuk merekrut menteri usia muda agar lebih energik, dinamis dan cepat mengkesekusi keputusan. Namun jangan sampai menteri mudanya malah kembali terlibat korupsi.

Elek Yo Band tampil menghibur acara silahturahmi Presiden Jokowi dengan Wapres Jusuf Kalla dan menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden.
Elek Yo Band tampil menghibur acara silahturahmi Presiden Jokowi dengan Wapres Jusuf Kalla dan menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden. (Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden.)

Pekerjaan rumah Jokowi di periode kedua begitu banyak. Jokowi harus punya prioritas. Jika di periode sebelumnya prioritas utama adalah pembangunan infrastruktur, maka di periode kedua adalah pembangunan manusia dan ekonomi.

Defisit neraca perdagangan yang sedemikian dalam, harus bisa dibalik menjadi surplus agar Indonesia makin berwibawa. (Tribunnews/Yulis)

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas