Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Kabinet Jokowi

Cocokkah Prabowo Jadi Menteri di Bidang Pertahanan?

Tapi itu menurut saya, pendapat Presiden Jokowi mungkin berbeda. Tidak masalah 'kan, saya berbeda pendapat dengan Presiden?

Cocokkah Prabowo Jadi Menteri di Bidang Pertahanan?
Ist/Tribunnews.com
Rudi S Kamri, Pegiat Media Sosial. 

Oleh: Rudi S Kamri

TRIBUNNEWS.COM - "Saya diminta Bapak Presiden untuk membantu beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo Subianto di depan media usai diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Deg jantung saya. Saya tidak tahu drama model apa yang sedang dimainkan Presiden Jokowi. Secara jujur saya tidak setuju dengan gaya audisi menteri ala infotainment ini.

Pasti akan ada "korban". Benar saja, belum dua jam tulisan saya tentang hal itu diposting, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang cantik jelita itu sudah jadi "korban".

Meskipun orang Istana mengatakan itu bukan kesalahan Presiden Jokowi, tapi tetap saja hasilnya ada orang yang dipermalukan.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore.
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Kekagetan saya bertambah klimaks saat sore hari melihat Prabowo bersedia menurunkan derajatnya sebagai mantan calon presiden (capres), terjun bebas mau menjadi menteri di bidang pertahanan.

Kepada seorang teman saya berujar, "Percuma negara menghabiskan dana Rp 25,59 triliun untuk Pemilu 2019 kalau hasil akhirnya hanya sekadar bagi-bagi kekuasaan.

Suara rakyat dibuang percuma untuk sebuah tontonan sinetron politik yang tidak mendidik."

Saya protes keras. Tapi protes saya hanya bergaung di ruang hampa.

Sekali lagi saya hanya rakyat biasa yang tidak punya akses untuk mengambil keputusan negara. Konsekuensi dari sebuah proses demokrasi, ya seperti ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kabinet Jokowi

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas