Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Kabinet Jokowi

Kabinet Baru, Lahirnya Generasi Capres 2024 dan Kepiawaian Diplomasi Politik ala Jokowi

Kemampuan diplomasi dan lobi Joko Widodo teruji dalam sikap elite partai politik pada penyusunan pos-pos kabinet baru.

Kabinet Baru, Lahirnya Generasi Capres 2024 dan Kepiawaian Diplomasi Politik ala Jokowi
KOLASE TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
TERBARU Daftar nama calon menteri Jokowi di Kabinet Kerja Jilid II, sejumlah wajah lama terlihat lagi. 

Di sisi lain, Jokowi mampu menunjukkan pada publik bahwa penyusunan kabinet saat ini adalah real hak prerogatif presiden.

Posisi wapres yang saat ini menghadiri undangan kenegaraan di Jepang, menegaskan ke publik bahwa rumor yang berkembang adanya beberapa Partai Politik melakukan lobi melalui pintu Wapres terbantahkan dengan tugas kenegaraan yang diemban Wapres Maruf Amin.

Ini bukti kepiawaian Jokowi memposisikan Ma'ruf Amin steril dari konflik kepentingan dalam penyusunan Kabinet Baru.

Bukti lainnya bahwa komposisi Kabinet murni hak prerogatif Presiden dan partai partai koalisi hanya mereferensi nama nama adalah pada saat pengenalan menteri menterinya belum diberitahukan pos jabatan apa?

Kecuali terhadap Prabowo dan Sri Mulyani yang mana Jokowi meminta langsung untuk menjelaskan pos jabatannya hal ini menegaskan bahwa posisi jabatan menteri benar benar hak prerogatif Presiden, bukti lain atas nomenklatur baru dibicarakan dengan pimpinan DPR saat pengenalan menteri-menteri. Jadi komposisi pos-pos menteri benar-benar hanya Jokowi bukan oleh kelompok kepentingan lain.

Satu yang menarik dalam pengenalan para menterinya adalah posisi Tety Paruntu yang tidak jadi bertemu Jokowi dengan menghadirkan Sang Ketum Golkar Airlangga Hartarto untuk menyelesaikan persoalan tersebut, padahal bisa jadi Tety Paruntu diundang sebagai figure profesional yg punya latar belakang pengalaman di bidang pembangunan SDM bukan karena referensi Partai Golkar.

Namun kondisi ini tentu yang lebih tahu adalah Jokowi sendiri.

Namun nama Tety Paruntu jadi menarik karena pada saat ke Istana, waktu bersamaan di media online, KPK memberikan warning terhadap Tety Paruntu pernah mengeluarkan kesaksian palsu disidang korupsi Bowo Sidik Pangarso.

Lantas, apakah hal tersebut yang menjadikan perubahan status Tety Paruntu tidak sebagai calon menteri?

Hal yang mungkin lolos dari pandangan publik adalah utak atik papan catur koalisi dan kabinet ini bakal berpengaruh pada pemilihan Presiden 2024.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kabinet Jokowi

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas