Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Nuansa Politik di Balik Polemik Gus Muwafiq dengan FPI, Buah Simalakama Buat Bareskrim Polri

Jebakan buah simalakama semacam ini memang dibuat untuk Bareskrim Polri. Karenanya, umat muslim perlu tahu, bahwa agama merupakan sasaran empuk

Nuansa Politik di Balik Polemik Gus Muwafiq dengan FPI, Buah Simalakama Buat Bareskrim Polri
Istimewa
KH Imam Jazuli menyampaikan sambutan di acara Haul KH Anas Sirajuddin 

FPI vs Gus Muwafiq ; Buah Simalakama untuk Bareskrim Polri

Oleh KH Imam Jazuli, Lc., M.A*

Kita nyaris sepakat, agama adalah bahan mentah politik yang mudah menyulut emosi orang. Karena agama itu letaknya di hati dan emosi, konflik ini sangat menguras perasaan. Termasuk soal FPI yang melaporkan Gus Muwafiq ke Bareskrim Polri.

Tentu saja kita ingin terlalu jauh melihat FPI dan Gus Muwafiq (NU). Kita tidak ingin terjebak pada analisa emosional yang subjektif, dan mewakili kelompok ormas tertentu.

Sebaliknya, hal paling penting adalah masalah yang Bareskrim Polri hadapi, adanya laporan FPI tentang penistaan agama oleh dai NU, Gus Muwafiq.

Setidaknya ada beberapa alasan untuk itu: pertama, ketidaksukaan FPI pada Gus Muwafiq adalah kebencian politis FPI pada NU.

Sekali pun ada upaya "islah" dari Ketum PBNU KH Said Aqil, yang meminta umat muslim untuk menghormati para habaib yang keturunan Nabi, termasuk Habib Rizieq Shihab (HRS), seruan islah ini tidak dianggap cukup.

FPI menagih perkara lain yang lebih penting bagi kelompok mereka, yakni sebelum kepulangan HRS dari Arab Saudi, konsep damai atau islah adalah omong kosong.

Kedua, FPI melihat bahwa kongkalikong politik di pemerintah sangat kental. Tampak nalar pemerintah dipengaruhi oleh nalar dakwah NU yang menekankan "amar ma'ruf", bukan model "nahi mungkar" gaya FPI selama ini.

Dengan berbelit-belitnya sistem prosedural SKT FPI, penantian panjang mendapat restu dari Kemendagri dan Kemenko Polhukam, membuat Reuni 212 tidak bermakna secara politis, karena tanpa kehadiran HRS.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas