Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Spirit PSBB Sesungguhnya Menjaga Jiwa Manusia dari Marabahaya

BULAN suci Ramadhan akhirnya tiba, tapi ada yang berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya wabah virus Corona atau Covid-19 yang terjadi saat ini.

Spirit PSBB Sesungguhnya Menjaga Jiwa Manusia dari Marabahaya
dok pribadi
Muammar Bakry 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini melanjutkan bahwa dengan ikut berperan aktifnya para tokoh agama dan masyarakat diharapkan imbauan pelarangan ibadah di masjid dan tempat ibadah lainnya bisa dipahami oleh masyarakat.

“Saya kira tanpa mengurangi makna ibadah Ramadhan itu sendiri, maka semua tokoh agama dan masyarakat harus hadir untuk memberikan pencerahan kepada umatnya. Sehingga janganlah para tokoh tersebut malah menimbulkan keresahan. Jadi biarlah masyarakat memohon kepada Tuhannya secara syahdu dengan kesendiriannya. Dan itu tidak ada larangan dari Allah di tengah bencana ini,” terang Kiai Muammar.

Dan dengan adanya kondisi seperti ini menurutnya, tentunya sebagai umat muslim akan mempunyai hikmah tersendiri bahwa kalau selama ini kegiatan ibadah dilakukan secara formal, dalam bentuk secara syariat dilakukan secara bersama-sama di rumah ibadah, maka sekarang kita semua diuji dengan adanya pandemi ini,

“Seperti shalat tarawih yang banyak orang dan salat berjamaah dalam jumlah banyak di tempat terbuka atau di masjid, Kemudian buka puasa juga demikian, tidak lagi dilakukan secara beramai-ramai. Karena kegiatan kegiatan ibadah yang kita lakukan pada Ramadan kali ini sifatnya lebih personal. Spirit inilah yang harus tetap dibangun oleh oleh umat muslim bahwa kita melakukannya seorang diri tanpa mengurangi makna dari Ramadhan itu sendiri,” ujarnya.

Alumni Universitas Al Azhar Mesir itu juga mengatakan bahwa di tengan wabah COVID-19 ini semua umat manusia sudah sepatutnya untuk tidak kehilangan empati dan kepedulian kepada sesamanya meskipun saat ini sedang menjalani stay at home atau diam di rumah.

“Maka dalam Ramadhan ini kita diajarkan untuk berinfak dan berzakat kepada masyarakat yang tidak mampu dan yang berhak untuk itu. Sehingga warga yang mungkin banyak yang terkena PHK atau kerjanya tidak maksimal dalam kondisi wabah Corona seperti sekarang ini bisa menikmati uluran tangan dari infaq yang kita keluarkan. Saya kira itu juga merupakan bagian dari gotong royong kehidupan bangsa Indonesia ini,” ungkap mantan Ketua bidang Agama FKPT Sulsel

Karenanya,peraih Doktoral dariUniversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengatakan bahwa dengan meningkatkan solidaritas kebersamaan dan gotong royong untuk membantu masyarakat di tengah pandemi ini juga menjadi hikmah yang terbesar yang bisa kita ambil dari ibadah puasa ramadhan tahun ini.

“Artinya dengan zakat dan infaq yang kita lakukan selama bulan puasa ini tentu ada pengaruh positifnya kepada masyarakat. Maka itulah satu dari sekian banyak hikmah dari perintah puasa itu sendiri,” ujar pria yang juga anggota Majelis Ahli Forum Kajian Cinta Al Quran Sulsel ini mengakhiri.


Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas