Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Blog Tribunners

Sejak Pandemi Covid-19 Anis Matta Adaptasi Digital dengan Membuat Studio Mini di Rumah

Anis bercerita semula di meja kerjanya hanya ada satu komputer iMac selain laptop yang selalu ia bawa.

Sejak Pandemi Covid-19 Anis Matta Adaptasi Digital dengan Membuat Studio Mini di Rumah
dok pribadi
Anis Matta 

ADA YANG BARU di ruang kerja Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia. Ruang penuh buku di lantai dua rumah di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, itu berubah jadi studio mini tempat Anis Matta melakukan rapat-rapat dan ceramah Ramadan daring, serta membuat video-video yang akan diunggah di media sosialnya.

Anis bercerita semula di meja kerjanya hanya ada satu komputer iMac selain laptop yang selalu ia bawa. Sekarang, di meja dan ruangan itu kabel-kabel berseliweran, standponsel, mikrofon kondensor dan mikrofon nirkabel lengkap dengan kaki dan filter, dan beberapa lampu LED.

“Sejak pandemi Covid-19, saya berusaha beradaptasi dengan kondisi. Rapat-rapat partai harus tetap berjalan, undangan ceramah juga masih banyak, apalagi kemarin kan Ramadan. Karena itu saya menyiapkan perangkat ini supaya interaksi dan komunikasi dengan teman-teman di seluruh Indonesia tetap nyambung,” begitu Anis Matta menginformasikan. 

Selama Ramadan, Anis membuat serial video yang diberi judul “1 Menit Bersama Islam” yang ditayangkan setiap dua hari sekali di YouTube. Sampai sekarang seri itu masih dia kerjakan.

Selain itu, dia memberi ceramah Ramadan lewat Zoom yang juga disiarkan lewat platform-platform media sosial Instagram, Facebook, dan YouTube.

Ceramah Ramadan kali ini diakuinya menarik, beberapa kali dengan tuan rumah yang berbeda, dengan audiens yang tidak terbatas karena online.

Walaupun tuan rumahnya di Surabaya, yang mengikuti dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri. Inilah keunggulan teknologi dalam membuka ruang-ruang komunikasi.

Anis bercerita bahwa soal teknologi ia serahkan kepada anak-anaknya yang masuk generasi milenial dan Gen Z.

"Semua saya serahkan ke anak-anak. Mereka adalah generasi ‘digital native’, dikasih gadget sebentar saja sudah di-oprek. Begitu juga detail-detail di media sosial,” kata Anis yang pada Sabtu (6/6/2020) kemarin, menyampaikan ceramah daring bertema “Elemen-Elemen Perubahan menurut Al-Qur’an," 

Menurut Anis, krisis ini menyebabkan ketidakpastian yang panjang dan sangat mempengaruhi mood masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan penanganan dan nanti pemulihan pasca-pandemi harus betul-betul memperhatikan “stamina psikologis” masyarakat.

Yang memakan energi kita adalah ketidakpastian. Tidak pasti apakah kita sendiri terinfeksi atau tidak, tidak pasti apakah keluarga kita aman, dan tidak pasti kapan krisis ini berakhir.

Sekarang krisis dikatakan Anis Matta sudah bergerak dari krisis kesehatan ke krisis ekonomi dan masyarakat sudah mulai kelelahan.

Kelelahan terjadi pada sisi psikologi dan ekonomi. Ini yang harus dicermati oleh semua pihak, terutama para pengambil kebijakan.

Partai Gelora yang ia pimpin pun melakukan adaptasi digital dalam mengurus pendaftaran dan pengesahan Kementerian Hukum dan HAM RI. Sebagian besar proses itu dilaksanakan secara online. Bahkan, penyerahan SK Menteri Hukum& HAM RI tentang pengesahan badan hukum dilaksanakan lewat pertemuan onlineantara Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly dan pemimpin Partai Gelora, serta disaksikan oleh seluruh pengurus Gelora tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari Sabang sampai Merauke.

“Saya mengapresiasi Pak Yasonna dan tim yang mampu beradaptasi dan melakukan digitalisasi sehingga pelayanan ke masyarakat tidak terganggu,” kata Ania.

Kembali ke soal studio mini, Anis bercerita walau ia sudah mulai mengumpulkan alat-alat sejak awal penetapan work from homepada pertengahan Maret, masih ada alat-alat yang dipinjam dari anak-anaknya.

“Ada dua HP yang masih pinjam dari anak-anak saya. Jadi kalau saya live streaming, mereka tidak bisa main medsos atau WA-an. Mereka ngomeldan menyuruh saya beli, tapi saya bilang tokonya tutup karena pandemi,” selorohnya.

Penulis: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas